Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Catat! Mengisi Ulang Aki Tekor Bukan Solusi Jangka Panjang
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)
  • Mengisi ulang aki tekor hanya membuat mesin menyala sementara, karena endapan kristal timbal sulfat pada pelat internal tidak dapat dipulihkan dan kapasitas penyimpanan energi terus menurun.
  • Aki yang melemah memaksa alternator bekerja lebih berat, meningkatkan risiko keausan dan kerusakan, sementara fluktuasi tegangan dapat mengganggu modul elektronik serta fitur kendaraan.
  • Pemeriksaan kesehatan aki secara berkala membantu memantau kapasitas sel; bila usia pakai melewati dua tahun dengan degradasi berat, penggantian unit baru disarankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aki mobil yang tekor bisa diisi lagi supaya mesin hidup sebentar. Tapi di dalam aki ada bagian yang sudah rusak dan tidak bisa baik lagi. Aki bisa tekor lagi beberapa hari kemudian. Kalau aki sudah lemah, alternator juga bisa capek. Aki perlu dicek. Jika sudah lebih dari dua tahun dan lemah, sebaiknya ganti baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masalah aki tekor sering kali menjadi mimpi buruk yang datang secara mendadak saat kendaraan hendak digunakan. Langkah cepat yang paling sering diambil oleh pemilik kendaraan adalah membawa aki tersebut ke tempat pengisian daya untuk disetrum ulang.

Metode isi ulang memang sanggup membuat mesin kendaraan kembali menyala untuk sementara waktu. Namun, tindakan ini sebenarnya bukanlah solusi permanen karena tidak dapat memulihkan kerusakan fisik yang sudah terjadi di dalam sel aki.

1. Kerusakan sel internal akibat reaksi kimia yang tidak dapat dipulihkan

ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Worawuth Sawaengsuk)

Aki kendaraan yang mengalami tekor secara berulang umumnya sudah mengalami degradasi struktur pada komponen pelat timbal internalnya. Reaksi kimia yang terganggu memicu terbentuknya penumpukan kristal timbal sulfat keras yang menutupi permukaan pelat aktif di dalam sel.

Proses penyetruman ulang hanya memberikan suntikan arus listrik sementara tanpa bisa menghancurkan endapan kristal sulfat tersebut. Alhasil, kapasitas daya simpan energi akan terus merosot tajam dan menyebabkan aki kembali tekor dalam hitungan hari.

2. Potensi kerusakan pada sistem pengisian dan komponen elektronik

ilustrasi aki mobil (freepik.com/senivpetro)

Memaksa untuk terus menggunakan aki yang sudah melemah akan memberikan beban kerja ekstra pada komponen alternator kendaraan. Alat pengisi daya ini akan terus bekerja keras pada kapasitas penuh untuk menyuplai arus ke dalam aki yang gagal menyimpan energi.

Bebannya yang terlalu berat berisiko membuat alternator cepat aus dan mengalami kerusakan fatal yang memerlukan biaya perbaikan sangat tinggi. Selain itu, fluktuasi tegangan listrik juga berpotensi mengganggu kinerja modul elektronik sensitif serta berbagai fitur modern pada kendaraan.

3. Solusi cermat dalam menangani aki yang sudah mulai melemah

Ilustrasi mengganti aki mobil (freepik.com/standret)

Pemeriksaan kondisi kesehatan aki secara berkala dengan alat penguji khusus merupakan tindakan pencegahan yang sangat bijaksana. Langkah ini membantu mengetahui kapasitas daya simpan arus yang tersisa serta kekuatan nyata dari sel-sel kimia di dalam bodi aki.

Apabila usia pakai aki sudah melewati dua tahun dan menunjukkan gejala degradasi berat, membeli unit baru menjadi keputusan terbaik. Langkah penggantian ini akan menjamin keandalan seluruh sistem kelistrikan kendaraan serta memberikan kenyamanan penuh di sepanjang perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article