Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kesalahan Memakai Jas Hujan Saat Naik Motor, Jarang Disadari Biker

2 min read
3 Kesalahan Memakai Jas Hujan Saat Naik Motor, Jarang Disadari Biker
ilustrasi jas hujan (pexels.com/Viễn Đông)
  • Jas hujan ponco berisiko berkibar, mengganggu gerak, atau mendekati roda motor; setelan jaket dan celana yang pas lebih terkendali saat berkendara.
  • Tudung yang longgar dapat menutup pandangan saat tertiup angin; pastikan tidak mengganggu visibilitas, posisi helm, serta jaga kaca helm dari air dan embun.
  • Sebelum jalan, cek kain di lengan, pinggang, dan kaki agar tidak menjuntai; rapikan pengikat, lalu kurangi kecepatan dan jaga jarak di jalan licin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara motor ketika hujan turun. Selain menjaga pakaian tetap kering, perlengkapan ini membantu pengendara tetap nyaman selama perjalanan.

Namun, pemilihan dan cara memakai jas hujan tidak boleh dilakukan sembarangan. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat mengganggu gerakan tubuh, mengurangi visibilitas, bahkan meningkatkan risiko bagian jas hujan tersangkut komponen motor.

  1. 1. Memakai jas hujan model ponco

    ilustrasi naik motor berboncengan
    ilustrasi naik motor berboncengan (pexels.com/mehrajul Karim)

    Jas hujan model ponco memang praktis karena bentuknya longgar dan mudah dikenakan. Masalahnya, bagian kain yang menjuntai dapat tertiup angin ketika motor melaju. Jika terlalu panjang, bagian tersebut juga berpotensi mendekati roda atau komponen bergerak lainnya.

    Untuk berkendara menggunakan motor, jas hujan model setelan yang terdiri dari jaket dan celana umumnya memberikan ruang gerak yang lebih terkendali. Ukurannya juga perlu disesuaikan dengan tubuh agar tidak terlalu longgar. Pilih bahan yang tetap memungkinkan pengendara bergerak bebas ketika mengoperasikan setang, tuas rem, dan pedal.

  2. 2. Membiarkan bagian kepala mengganggu pandangan

    Jas hujan
    ilustrasi jas hujan (freepik.com/gpointstudio)

    Kesalahan lain adalah menggunakan tudung jas hujan tanpa memperhatikan posisi kepala dan pandangan. Tudung yang terlalu longgar dapat bergerak tertiup angin sehingga menutupi sebagian bidang penglihatan. Kondisi ini semakin berisiko ketika hujan turun deras atau jarak pandang memang sudah berkurang.

    Pastikan tudung terpasang dengan baik dan tidak menghalangi pandangan ke depan maupun ke samping. Jika menggunakan helm, jas hujan juga sebaiknya dikenakan tanpa membuat posisi helm berubah. Kaca helm perlu dijaga tetap bersih karena air hujan dan embun dapat semakin mengurangi visibilitas.

  3. 3. Tidak mengecek bagian yang menjuntai

    Ilustrasi seseorang menggunakan ponco atau jas hujan ringan di luar ruangan.
    ilustrasi membawa jas hujan lipat atau ponco untuk mengantisipasi perubahan cuaca (pexels.com/Mathias Reding)

    Setelah mengenakan jas hujan, jangan langsung melanjutkan perjalanan. Periksa terlebih dahulu bagian lengan, pinggang, dan kaki untuk memastikan tidak ada kain yang terlalu panjang atau longgar. Bagian yang menjuntai bisa tertiup angin dan mengganggu pergerakan ketika motor melaju.

    Perhatikan juga bagian bawah celana jas hujan agar tidak mengganggu pijakan kaki. Setelah semuanya rapi, pastikan ritsleting dan pengikat sudah tertutup dengan baik. Jas hujan yang tepat bukan hanya mampu menahan air, tetapi juga tidak menghambat kontrol terhadap motor. Saat hujan semakin deras, pengendara juga sebaiknya mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman karena permukaan jalan menjadi lebih licin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More