Chery Bangun Pabrik Mandiri di RI Tahun Ini, 2027 Siap Operasional

- Pembangunan pabrik memakan waktu hingga 1,5 tahun
- Kapasitas produksi hingga 100 ribu unit kendaraan per tahun
- Optimistis pasar mobil bangkit di 2026
Jakarta, IDN Times - Direktur Pemasaran PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan memastikan, pihaknya akan membangun pabrik mandiri di Indonesia mulai tahun 2026 ini. Dengan demikian, Chery tidak perlu lagi menggunakan fasilitasi milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk merakit kendaraan untuk pasar domestik.
Ia menyebut, upacara seremonial peletakan batu pertama alias groundbreaking akan diselenggarakan tahun ini. Namun ia tak merinci pembangunan dimulai pada kuartal berapa.
"Kita tahun ini akan groundbreaking untuk pabrik mandiri kita. Di tahun ini. Saya belum bisa stated di Q1, Q2, Q3, Q4, tapi di tahun ini," kata dia saat ditemui awak media di kawasan Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/1/2026).
1. Pembangunan pabrik makan waktu hingga 1,5 tahun

Pembangunan pabrik tersebut memakan waktu sekitar 1 sampai 1,5 tahun. Sehingga, pabrik mandiri Chery sudah mulai bisa beroperasi pada 2027 di Indonesia.
"Mungkin sekitar 1 tahunan ya, 1 sampai 1,5 tahun. Insyaallah 2027 sudah pabrik mandiri," tutur Budi.
2. Kapasitas produksi hingga 100 ribu unit kendaraan per tahun

Budi memastikan, pabrik mandiri Chery nantinya akan dipakai untuk merakit semua produk jenama di bawah naungan Chery. Misalnya, seperti Omoda, Jaecoo, Lepas, dan iCar.
"Itu (pabrik mandiri Chery di Indonesia) untuk cover semua Chery Group product," ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi menekankan, fasilitas perakitan milik Chery di Indonesia dirancang agar mampu memproduksi hingga 100.000 unit kendaraan per tahun.
"Kita lihat kondisi, plan ke depannya, volumenya seperti apa, dan tentunya disesuaikan. Karena membangun pabrik itu kan perlu at least untuk 5 tahun ke depan kapasitas volumenya berapa," tegas Budi.
3. Optimistis pasar mobil bangkit di 2026

Dalam kesempatan itu, Budi menyebut, Chery optimistis menatap peluang pasar mobil di tahun 2026. Menurutnya, meski dua tahun ke belakang terjadi penurunan, namun kondisi itu akan membaik.
"Pasar tahun ini tentunya challenging, tapi kita optimis banget. Karena ya market-nya memang selama dua tahun berturut-turut kan mengalami penurunan ya," kata dia.


















