Toyota Indonesia Ekspor 298.457 Unit Mobil sepanjang 2025

- Dominasi pasar global dan kontribusi terhadap industri nasionalBerdasarkan data kinerja tahun 2025, Toyota Indonesia berhasil mengekspor sebanyak 298.457 unit kendaraan dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU).
- Keberhasilan kendaraan elektrifikasi dan target ambisius 2026TMMIN mematok target yang lebih tinggi untuk tahun 2026, yakni menembus angka pengiriman 300.000 unit kendaraan.
- Sinergi kesuksesan pasar domestik dan investasi jangka panjangPada tahun 2025, penjualan domestik mencatatkan angka 250.431 unit untuk wholesales dan 258.923 unit untuk penjualan ritel.
Toyota Indonesia mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 dengan mengirimkan hampir 300 ribu unit kendaraan ke pasar global. Pencapaian ini mengukuhkan posisi perusahaan sebagai motor penggerak utama industri otomotif nasional yang diakui kualitasnya oleh konsumen mancanegara.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada angka penjualan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara. Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, produk rakitan anak bangsa kini semakin mudah ditemui di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia hingga Amerika Latin.
1. Dominasi pasar global dan kontribusi terhadap industri nasional

Berdasarkan data kinerja tahun 2025, Toyota Indonesia berhasil mengekspor sebanyak 298.457 unit kendaraan dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU). Angka fantastis ini menyumbang sekitar 58 persen dari total ekspor otomotif nasional secara keseluruhan. Hal ini menjadikan Toyota sebagai tulang punggung utama yang membawa nama Indonesia ke kancah persaingan industri otomotif internasional.
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan bahwa ekspansi pasar terus dilakukan dengan memperluas peta tujuan pengiriman. Saat ini, produk Toyota Indonesia telah menjangkau lebih dari 100 negara. Keberhasilan menembus pasar yang memiliki standar kualifikasi ketat seperti Australia dan negara-negara di Amerika Latin membuktikan bahwa standar manufaktur dalam negeri telah memenuhi ekspektasi global.
2. Keberhasilan kendaraan elektrifikasi dan target ambisius 2026

Salah satu faktor kunci di balik tingginya permintaan ekspor adalah mulai diterimanya kendaraan berorientasi lingkungan atau kendaraan hijau. Model-model seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang diproduksi di pabrik lokal menjadi primadona di pasar luar negeri. Kendaraan elektrifikasi ini diyakini tetap menjadi tulang punggung perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar global yang semakin peduli terhadap isu emisi karbon.
Melihat tren positif tersebut, TMMIN mematok target yang lebih tinggi untuk tahun 2026, yakni menembus angka pengiriman 300.000 unit kendaraan. Kepercayaan diri ini didorong oleh sejarah panjang perusahaan yang telah mencatatkan total ekspor kumulatif sebanyak 3 juta unit sejak tahun 1987. Investasi besar senilai Rp100 triliun yang telah digelontorkan selama kehadirannya di Indonesia menjadi fondasi kuat bagi Toyota untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi ekspornya.
3. Sinergi kesuksesan pasar domestik dan investasi jangka panjang

Selain berjaya di pasar luar negeri, Toyota tetap mendominasi pasar otomotif di dalam negeri dengan penguasaan pasar yang sangat kuat. Pada tahun 2025, penjualan domestik mencatatkan angka 250.431 unit untuk wholesales dan 258.923 unit untuk penjualan ritel. Capaian tersebut membuktikan bahwa Toyota menguasai sekitar 31,2 persen dari total keseluruhan penjualan kendaraan di Tanah Air, mempertegas statusnya sebagai pemimpin pasar yang belum tergoyahkan.
Investasi berkelanjutan yang dilakukan Toyota di Indonesia tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan teknologi manufaktur terbaru. Dengan menyatukan kekuatan penjualan domestik yang stabil dan performa ekspor yang terus menanjak, Toyota Indonesia berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri manufaktur nasional. Langkah ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak peluang bagi komponen lokal untuk terlibat dalam rantai pasok global.


















