Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Geely Pilih Baterai EV Berbasis Metanol, Ini Alasannya

Geely Pilih Baterai EV Berbasis Metanol, Ini Alasannya
potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)
Intinya Sih
  • Geely menegaskan fokus pada teknologi kendaraan berbahan bakar metanol karena dianggap lebih efisien dan ringan dibandingkan baterai litium yang memiliki densitas energi rendah.
  • Pemerintah Tiongkok mendukung pengembangan bahan bakar alternatif seperti metanol melalui kebijakan transisi hijau, dengan 39 kota telah menerapkan berbagai program percontohan sejak 2012.
  • Geely mulai memproduksi kendaraan penumpang berbasis metanol dan mencatat lonjakan ekspor global hingga 126%, menaikkan target tahunan menjadi 750.000 unit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Raksasa otomotif asal Tiongkok, Geely, kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan teknologi kendaraan bertenaga metanol sebagai alternatif selain baterai litium. Strategi ini diambil karena Geely melihat adanya tantangan besar pada bobot kendaraan listrik yang dianggap terlalu berat untuk kebutuhan transportasi masa depan.

Ketua Geely, Li Shufu, secara terbuka menyoroti kelemahan densitas energi baterai yang berdampak pada konsumsi energi yang lebih tinggi. Menurut pengamatannya, diversifikasi energi melalui metanol bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah strategis untuk mendukung transisi ekonomi hijau yang lebih efisien dan berkelanjutan secara global.

1. Perdebatan berat kendaraan dan densitas energi

potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)
potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)

Dalam Forum Pengembangan Kendaraan Listrik Pintar Tiongkok 2026, Li Shufu memaparkan fakta teknis yang cukup mengejutkan mengenai perbandingan bobot antara mobil listrik dan kendaraan metanol. Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, Li menyatakan bahwa kendaraan berbasis baterai litium bisa memiliki bobot dua kali lipat lebih berat dibandingkan kendaraan serupa yang menggunakan bahan bakar metanol.

Li menegaskan bahwa metanol menawarkan densitas energi yang jauh lebih tinggi daripada baterai litium-ion, bahkan perbandingannya disebut mencapai sepuluh kali lipat. "Kendaraan listrik berbasis baterai bisa memiliki berat dua kali lipat dibandingkan kendaraan bertenaga metanol yang sebanding," ujar Li Shufu. Ia berargumen bahwa massa kendaraan yang lebih berat pada mobil listrik menyebabkan konsumsi energi yang membengkak, terutama pada skenario transportasi beban berat.

2. Dukungan kebijakan dan ekspansi skala besar

potret Geely EX5 (global.geely.com)
potret Geely EX5 (global.geely.com)

Strategi Geely ini sejalan dengan serangkaian inisiatif kebijakan pemerintah Tiongkok yang mulai melirik bahan bakar alternatif di luar listrik murni. Pada tahun 2024, berbagai kementerian di Tiongkok telah mengeluarkan pedoman untuk mempercepat transisi ekonomi hijau, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung untuk hidrogen dan metanol. Li menganggap kebijakan ini adalah sinyal dimulainya substitusi energi domestik dalam skala besar.

Hingga saat ini, program percontohan kendaraan metanol telah berkembang pesat di Tiongkok sejak dimulai pertama kali pada tahun 2012. Tercatat sebanyak 39 kota di 20 wilayah setingkat provinsi telah memperkenalkan lebih dari 80 langkah kebijakan yang mendukung penggunaan metanol. Dukungan ini memperkuat posisi Geely untuk terus memproduksi kendaraan penumpang maupun komersial berbasis bahan bakar tersebut.

3. Implementasi pada kendaraan penumpang dan target ekspor

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)
Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Geely tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi sudah mulai mengintegrasikan metanol ke dalam platform kendaraan produksi massal. Salah satu bukti nyatanya adalah pendaftaran varian plug-in hybrid metanol dari sedan Galaxy Starshine 6 yang dibekali mesin 1,5 liter. Selain itu, teknologi ini juga diuji dalam kondisi ekstrem melalui program balap motor yang menggunakan mesin yang sepenuhnya kompatibel dengan bahan bakar metanol M100.

Di tengah ambisi pengembangan metanol, pertumbuhan bisnis Geely secara global tetap menunjukkan angka yang luar biasa. Wakil Presiden Senior Geely Holding Group, Yang Xueliang, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengekspor lebih dari 200.000 kendaraan pada kuartal pertama tahun 2026. Karena pertumbuhan yang mencapai 126% secara tahunan tersebut, Geely resmi menaikkan target ekspor setahun penuh dari 640.000 unit menjadi 750.000 unit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More