Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Aksi Greenpeace Sempat Jadi Sorotan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Dok. Gaikindo)
  • GIIAS 2026 resmi dibuka di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli dan berlangsung hingga 9 Agustus, meski aksi Greenpeace dengan spanduk perlindungan Raja Ampat sempat menyita perhatian.
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menilai GIIAS, yang telah digelar 33 kali, sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
  • GIIAS 2026 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 65 merek global dan 150 industri pendukung; Greenpeace menyoroti kekhawatiran dampak tambang nikel di Raja Ampat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
GIIAS 2026 dibuka di ICE BSD City, Tangerang. Banyak merek mobil datang membawa kendaraan baru. Saat acara mulai, Greenpeace membentangkan dua spanduk kuning di atas panggung. Mereka minta Raja Ampat dijaga dari tambang nikel. Menteri Agus Gumiwang juga hadir. Acara pameran tetap lanjut sampai 9 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026), berlangsung dengan satu momen yang menyita perhatian.

Di tengah seremoni pembukaan --antara lain dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita-- dua spanduk kuning Greenpeace bertuliskan “Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy” dan “Is Your Car Powered by Forest Destruction?” tiba-tiba terbentang di atas panggung.

Meski demikian, rangkaian acara tetap berjalan sesuai agenda. Pameran otomotif yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 ini menjadi ajang bagi puluhan merek otomotif dunia untuk memperkenalkan teknologi dan produk terbaru sekaligus menunjukkan optimisme terhadap industri otomotif nasional.

1. Pemerintah tegaskan GIIAS punya peran penting bagi industri otomotif

Peresmian GIIAS 2026 (Dok. Gaikindo)

Dalam sambutannya, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada GAIKINDO yang dinilai konsisten menjaga GIIAS tetap relevan selama 33 kali penyelenggaraan.

Menurutnya, pameran ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia.

“Menjaga sebuah pameran tetap relevan selama 33 kali penyelenggaraan bukanlah pekerjaan yang mudah, dan GAIKINDO telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis dan terpercaya, baik di masa sulit maupun di saat pasar tumbuh baik,” ujar Agus Gumiwang.

2. GIIAS 2026 kembali pecahkan rekor sebagai pameran terbesar

Hyundai umumkan harga baru Stargazer Cartenz (IDN Times/Dwi Agustiar)

Tahun ini GIIAS kembali mencatatkan diri sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah pameran tersebut. Sebanyak lebih dari 65 merek otomotif global dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat, China, hingga Vietnam ikut berpartisipasi, didukung lebih dari 150 merek industri pendukung.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan besarnya partisipasi peserta menunjukkan kepercayaan dunia terhadap industri otomotif Indonesia tetap terjaga meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.

“Di tengah tantangan ekonomi global, industri otomotif Indonesia terus menunjukkan daya tahan yang kuat. GIIAS 2026 hadir membawa semangat dan optimisme baru untuk mendorong industri otomotif nasional bergerak lebih cepat dan lebih kuat, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan untuk pasar global,” kata Putu.

3. Aksi Greenpeace untuk Raja Ampat

Spanduk Greenpeace di opening GIIAS 2026 (Instagram.com/@greenpeaceid)

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Belgis Habiba, mengatakan aksi damai Greenpeace Indonesia di GIIAS 2026 bertujuan agar pemerintah lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di Raja Ampat. Menurut Greenpeace, penambangan nikel di Raja Ampat sudah cukup mengkhawatirkan.

“Meski Juni tahun lalu Menteri Bahlil Lahadalia mengumumkan pencabutan empat dari lima izin tambang nikel di Raja Ampat, sedikit sekali bukti bahwa pemerintah Indonesia serius melindungi Raja Ampat dari ancaman industri ekstraktif dan memulihkan lingkungan yang rusak akibat tambang nikel,” kata Belgis Habiba seperti dikutip dari greenpeace.org

Greenpeace selama memang gencar mengampanyekan isu perlindungan Raja Ampat melalui gerakan #SaveRajaAmpat, yang menyoroti dampak aktivitas pertambangan nikel terhadap kawasan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article