Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karsono Kwee, Sosok di Balik Ekspansi Bisnis Otomotif Eurokars Group

3 min read
Karsono Kwee, Sosok di Balik Ekspansi Bisnis Otomotif Eurokars Group
Karsono Kwee (Executive Chairman Eurokars Group), Herbert Kwee (CEO Eurokars Group Indonesia), dan Ricky Thio (Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia), menyambut kedatangan Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian Republik Indonesia) dan Yohanes Nangoi (Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di booth Mazda di GIIAS 2025 yang berlokasi di Hall 7, ICE BSD City (Dok. Mazda Indonesia)
  • Karsono Kwee mendirikan Eurokars Group pada 1985 dan membangunnya menjadi distributor otomotif premium dengan portofolio merek internasional di Asia Pasifik.

  • Eurokars memperluas operasional ke Singapura, Indonesia, Australia, dan China, sekaligus mengembangkan layanan purnajual, perbaikan, pembiayaan, asuransi, serta kendaraan bekas.

  • Kiprah Karsono mendapat penghargaan kewirausahaan dan pengabdian publik Singapura, termasuk Public Service Medal pada 2017 dan 2024 serta Public Service Star pada 2025.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nama Karsono Kwee tidak bisa dilepaskan dari perkembangan bisnis otomotif premium di kawasan Asia Pasifik.

Sebagai Executive Chairman Eurokars Group, ia berhasil membawa perusahaan yang didirikannya pada 1985 berkembang menjadi salah satu grup distributor otomotif swasta dengan portofolio merek kendaraan mewah dan premium dari berbagai negara.

Selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di industri otomotif, Karsono Kwee membangun bisnis Eurokars secara bertahap. Perusahaan yang awalnya berfokus pada distribusi kendaraan kini memiliki jaringan usaha di Singapura, Indonesia, Australia, dan China, dengan sejumlah merek otomotif ternama di bawah pengelolaannya.

  1. 1. Memulai perjalanan Eurokars sejak 1985

    Potret profil Karsono Kwee dalam dokumentasi Eurokars untuk informasi mengenai sosok dan profilnya.
    Profil Karsono Kwee (Dok. Eurokars)

    Perjalanan Karsono Kwee di industri otomotif dimulai dengan mendirikan Eurokars Group pada 1985. Berbekal ketertarikan terhadap dunia otomotif dan kemampuan melihat peluang bisnis, ia mengembangkan perusahaan tersebut menjadi grup usaha yang memiliki jaringan distribusi berbagai merek kendaraan internasional.

    Di bawah kepemimpinannya, Eurokars tidak hanya memperluas jumlah merek yang diwakili, tetapi juga mengembangkan cakupan bisnis hingga ke beberapa negara. Perusahaan ini kemudian dikenal sebagai salah satu pemain penting dalam distribusi kendaraan premium dan mewah di kawasan Asia Pasifik.

    Perkembangan tersebut membuat Eurokars memiliki portofolio yang semakin beragam. Di Singapura, perusahaan mengelola merek seperti Rolls-Royce, BMW, MINI, Mazda, McLaren, Pagani, MG, IM Motors, Sunwin, dan Hongqi.

    Sementara itu, di Indonesia, Eurokars Group menaungi sejumlah merek ternama, antara lain Porsche, Rolls-Royce, BMW, Mazda, Maserati, Ferrari, Pagani, Bentley, MINI, serta layanan purnajual McLaren.

  2. 2. Memperluas bisnis hingga ke berbagai negara

    Ferrari
    Ferrari (Unsplash.com/Pablo de la Fuente)

    Ekspansi menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan bisnis Karsono Kwee. Tidak hanya mengandalkan pasar Singapura sebagai basis utama, Eurokars Group terus memperluas jangkauan operasionalnya ke sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

    Di Australia, perusahaan memiliki diler Mazda di Perth. Eurokars juga mengelola bisnis multi-merek di Port Hedland yang mencakup Mazda, Ford, Mitsubishi, Kia, dan Subaru.

    Sementara di China, perusahaan mengoperasikan jaringan diler Rolls-Royce di Shanghai, Shenzhen, Ningbo, dan Beijing, serta menyediakan layanan purnajual di Nanning.

    Ekspansi tersebut memperlihatkan bagaimana Eurokars berkembang dari perusahaan distribusi otomotif menjadi grup usaha dengan berbagai lini bisnis. Selain penjualan kendaraan, perusahaan juga memperkuat layanan purnajual, perbaikan bodi dan cat, pembiayaan, asuransi, hingga kendaraan bekas.

    Salah satu fasilitas yang mencerminkan pengembangan infrastruktur bisnis tersebut adalah Eurokars Aftersales Centre di Tanjong Penjuru, Singapura. Fasilitas senilai 70 juta dolar AS dengan luas sekitar 430 ribu kaki persegi itu mengintegrasikan berbagai kebutuhan perawatan kendaraan, mulai dari perbaikan dan pemeliharaan, inspeksi sebelum pengiriman, perbaikan bodi, pengecatan, hingga pergudangan.

  3. 3. Meraih penghargaan atas kiprah bisnis dan kontribusi sosial

    Ruang mesin Mazda dengan mesin bensin 2,5 liter berpenutup hitam dan komponen kelistrikan di sekelilingnya.
    Mesin yang digunakan masih sama, berkapasitas 2,5 liter (Dok. Mazda)

    Keberhasilan Karsono Kwee membangun Eurokars Group turut diikuti sejumlah penghargaan. Pada 2006, ia mendapatkan gelar Entrepreneur of the Year dari Association of Small and Medium Enterprises (ASME) Singapura atas kiprahnya dalam dunia kewirausahaan.

    Pada 2015, Karsono kembali memperoleh pengakuan melalui Honorary Distinguished Business Leader Award dalam acara Promising SME 500 Medallion Presentation Ceremony. Pada tahun yang sama, ia juga menerima Singapore Tatler Business Leader Award.

    Selain penghargaan di bidang bisnis, kontribusi sosial Karsono Kwee juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah Singapura. Pada 2017, ia dianugerahi Public Service Medal (PBM) sebagai bagian dari National Day Awards.

    Penghargaan PBM tersebut kembali diterimanya pada Agustus 2024. Kemudian, pada National Day Awards 2025, Karsono memperoleh penghargaan Public Service Star (BBM) dari Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam.

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya terhadap masyarakat Singapura serta upayanya membangun organisasi yang memberikan dampak positif bagi komunitas.

    Melalui perjalanan Eurokars Group, Karsono Kwee menunjukkan bahwa pengembangan bisnis otomotif tidak hanya bertumpu pada penjualan kendaraan.

    Penguatan jaringan distribusi, layanan purnajual, ekspansi lintas negara, serta kontribusi kepada masyarakat turut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan yang dibangunnya sejak 1985.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More