ilustrasi mesin mobil (unsplash.com/Zane Lee)
Selain memanaskan mesin, kebiasaan menunggu di dalam mobil dengan mesin tetap menyala juga dapat membuat konsumsi BBM bertambah. Misalnya ketika menunggu teman, menjemput seseorang, atau sekadar berhenti sebentar sambil menyalakan AC.
Mesin tetap membakar bahan bakar selama beroperasi meskipun mobil tidak bergerak. Karena itu, jika harus berhenti dalam waktu cukup lama dan kondisi memungkinkan, mematikan mesin dapat mengurangi konsumsi bahan bakar yang terbuang saat idle. Namun, jangan mematikan mesin di lokasi yang tidak aman atau ketika fitur keselamatan dan kebutuhan kendaraan mengharuskan mesin tetap menyala.
Kebiasaan pagi memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan irit atau borosnya BBM. Tekanan ban, kondisi mesin, beban kendaraan, rute, kemacetan, penggunaan AC, serta gaya berkendara juga punya pengaruh besar. Dengan mengurangi kebiasaan yang tidak perlu sejak pagi, penggunaan BBM bisa dibuat lebih efisien.