Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bagian Chrome di Mobil Cepat Berjamur?

ilustrasi spooring dan balancing (toyota.astra.co.id)
ilustrasi spooring dan balancing (toyota.astra.co.id)

Aksen krom pada mobil sering kali menjadi daya tarik utama yang memberikan kesan mewah, elegan, dan berkelas. Mulai dari panggangan depan, bingkai jendela, hingga gagang pintu, lapisan mengkilap ini dirancang untuk memantulkan cahaya dengan sempurna dan membuat kendaraan tampil lebih menonjol di jalanan.

Namun, di balik keindahannya, lapisan krom merupakan salah satu bagian yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca dan kebersihan. Tanpa perawatan yang tepat, kilau tersebut bisa berubah menjadi kusam dan dipenuhi bercak putih menyerupai jamur hanya dalam hitungan minggu setelah mobil keluar dari ruang pamer.

1. Reaksi oksidasi akibat paparan mineral dalam air

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/erik)

Penyebab utama munculnya noda bekas air atau water spot pada lapisan krom adalah kandungan mineral yang tertinggal setelah air menguap. Air hujan, air tanah dari keran, hingga air sisa pencucian yang tidak dikeringkan dengan sempurna mengandung kalsium dan magnesium yang tinggi. Ketika air tersebut mengering di bawah sinar matahari, kristal mineral akan tertinggal dan menempel kuat pada permukaan krom yang halus.

Jika dibiarkan terlalu lama, mineral ini tidak hanya sekadar menempel di permukaan, tetapi mulai bereaksi secara kimiawi dengan lapisan pelindung krom. Proses ini memicu oksidasi yang membuat bercak tersebut seolah "masuk" ke dalam pori-pori lapisan logam. Hasilnya adalah noda putih yang keras dan tidak bisa hilang hanya dengan pencucian biasa, sehingga memberikan kesan kotor dan tidak terawat pada mobil meskipun bagian bodi lainnya sudah mengkilap.

2. Porositas mikroskopis dan serangan polusi lingkungan

ilustrasi macet (vecteezy.com/khunkorn)
ilustrasi macet (vecteezy.com/khunkorn)

Secara kasat mata, permukaan krom terlihat sangat rapat dan licin, namun secara mikroskopis, lapisan ini sebenarnya memiliki pori-pori yang dapat memerangkap partikel polusi. Debu jalanan, asap kendaraan, hingga residu aspal yang beterbangan bisa menempel dan bereaksi dengan kelembapan udara. Kelembapan yang tinggi, terutama di iklim tropis, memfasilitasi tumbuhnya jamur di celah-celah kecil tersebut.

Partikel polusi ini bersifat asam dan jika bercampur dengan air hujan yang juga bersifat korosif, maka akan terbentuk noda oksidasi yang sulit diangkat. Area krom yang berada di bagian bawah mobil, seperti ujung knalpot atau lis bemper bawah, biasanya merupakan area yang paling cepat terserang jamur karena frekuensi paparan kotoran jalanan yang jauh lebih intens dibandingkan area atas mobil.

3. Kesalahan dalam teknik pencucian dan pemilihan cairan pembersih

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)

Banyak orang yang secara tidak sengaja mempercepat kerusakan lapisan krom karena menggunakan produk pembersih yang salah. Sabun dengan tingkat keasaman atau alkali yang tinggi bisa merusak lapisan pelindung krom secara permanen. Selain itu, kebiasaan mencuci mobil di bawah terik matahari langsung membuat air menguap terlalu cepat sebelum sempat dilap hingga kering, yang secara otomatis langsung meninggalkan noda air di seluruh permukaan krom.

Penggunaan kain lap yang kasar atau sudah kotor juga menjadi faktor pendukung rusaknya kilau krom. Kain yang tidak bersih akan menciptakan baret halus yang membuat kotoran lebih mudah menempel dan air lebih sulit meluncur jatuh. Begitu lapisan pelindung krom tergores atau terkikis akibat bahan kimia yang keras, maka bagian logam di bawahnya akan lebih mudah teroksidasi dan jamur akan tumbuh lebih cepat daripada sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Banyak Kecelakaan di Tol padahal Jalannya Lurus tanpa Hambatan?

08 Jan 2026, 22:05 WIBAutomotive