Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Jok Baris Ketiga Kebanyakan SUV Terasa Sempit?

Kenapa Jok Baris Ketiga Kebanyakan SUV Terasa Sempit?
Ilustrasi kabin mobil (suzuki.co.id)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Desain SUV ringkas tujuh penumpang membuat baris ketiga terasa sempit karena ruang kabin terpotong oleh rumah roda belakang dan sistem suspensi yang memakan banyak tempat.
  • Lantai kabin belakang yang tinggi menyebabkan posisi duduk penumpang dewasa menjadi jongkok dan tidak ergonomis, sehingga kenyamanan berkurang terutama untuk perjalanan jauh.
  • Keterbatasan ruang sasis membuat desainer harus membagi volume antara kursi baris ketiga, bagasi, serta tangki bahan bakar, menjadikan baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan singkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tren kendaraan sport utility vehicle atau SUV berukuran ringkas dengan kapasitas tujuh penumpang semakin digemari oleh keluarga di perkotaan. Model ini menawarkan kombinasi yang menarik antara ketangguhan mobil penjelajah dan kepraktisan dimensi yang mudah dikendalikan di jalanan padat. Namun, hampir sebagian besar pemilik kendaraan jenis ini mengeluhkan hal yang sama, yaitu ruang pada baris ketiga yang terasa sangat sempit dan tidak nyaman.

Keluhan mengenai ruang kaki yang terbatas dan posisi duduk yang terlalu jongkok di baris paling belakang bukanlah sebuah ketidaksengajaan. Kondisi tersebut merupakan hasil dari kompromi rancang bangun yang sangat rumit di atas kertas cetak biru para insinyur otomotif. Ada berbagai faktor teknis dan keterbatasan ruang yang memaksa desainer kendaraan mengorbankan kenyamanan penumpang di baris paling belakang.

1. Kompromi ruang roda belakang dan sistem suspensi kendaraan

ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Luke Miller)
ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Luke Miller)

Penyebab utama dari sempitnya ruang di baris ketiga adalah keberadaan rumah roda belakang atau wheel well yang memakan volume kabin secara signifikan. Agar mobil tetap memiliki radius putar yang baik dan kestabilan tinggi, posisi roda belakang harus diletakkan agak menjorok ke dalam sasis. Akibatnya, ruang lantai di baris ketiga menjadi terpotong dan menyempit karena harus berbagi tempat dengan tonjolan dinding rumah roda tersebut.

Selain masalah fisik rumah roda, komponen sistem suspensi belakang yang berada tepat di bawah lantai juga menjadi pembatas ruang yang kaku. Struktur suspensi, baik jenis torsion beam yang sederhana maupun multi-link yang kompleks, membutuhkan ruang gerak naik-turun yang bebas saat mobil melewati jalanan bergelombang. Pembatasan ini memaksa lantai kabin baris ketiga dirancang lebih tinggi, sehingga jarak antara alas jok dan lantai menjadi sangat dekat.

2. Pengaturan posisi duduk dan kenyamanan ergonomi yang dikorbankan

ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Mike Bird)

2. Pengaturan posisi duduk dan kenyamanan ergonomi yang dikorbankanLantai kabin belakang yang tinggi secara otomatis merusak nilai ergonomi posisi duduk bagi penumpang dewasa. Ketika alas jok diletakkan terlalu dekat dengan lantai yang tinggi, paha penumpang tidak akan tertopang dengan baik oleh busa kursi. Kondisi ini memaksa penumpang duduk dengan posisi lutut yang menekuk ke atas melampaui pinggang, atau yang sering disebut dengan istilah posisi duduk jongkok.

Posisi duduk yang tidak alami ini akan memindahkan seluruh beban tubuh ke tulang ekor dan membuat otot kaki cepat terasa lelah serta pegal. Oleh karena itu, para pabrikan otomotif secara jujur sering kali menyatakan bahwa baris ketiga SUV ringkas sebenarnya hanya dirancang untuk anak-anak. Struktur tubuh anak-anak yang kecil tidak memerlukan ruang kaki yang luas, sehingga mereka tidak akan merasa terlalu tersiksa selama perjalanan.

3. Perebutan ruang dengan kapasitas bagasi dan tangki bahan bakar

ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Mike Bird)

Tantangan terakhir dalam merancang SUV ringkas adalah pembagian volume sasis yang terbatas antara ruang penumpang dan area kargo atau bagasi. Jika baris ketiga digeser terlalu mundur demi mengejar ruang kaki yang luas, maka kapasitas bagasi mobil akan menjadi nol saat semua kursi ditegakkan. Desainer harus memutar otak agar mobil tetap memiliki ruang yang cukup untuk menampung beberapa tas atau koper di area paling belakang.

Belum lagi adanya komponen tangki bahan bakar dan ban serep yang biasanya disembunyikan di bawah lantai area belakang kendaraan. Semua komponen vital tersebut saling berebut ruang dengan ruang kaki penumpang baris ketiga di atas sasis yang pendek. Pada akhirnya, baris ketiga pada SUV ringkas hadir sebagai solusi darurat yang fungsional untuk penggunaan jarak pendek, bukan untuk perjalanan jauh yang memanjakan penumpang dewasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More