Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lexus Shanghai (Dok. Carnewschina)
  • Lexus akan meluncurkan SUV listrik pertama yang diproduksi di China pada 2027, mengakhiri strategi hampir tiga dekade yang mengandalkan impor untuk pasar tersebut.

  • SUV listrik akan diproduksi di pabrik Toyota milik penuh di Jinshan, Shanghai, yang dibangun sejak 2025 dan memakai teknologi gigacasting serta perakitan tanpa konveyor.

  • Produksi lokal ditujukan memperkuat daya saing Lexus menghadapi merek EV China, di tengah penurunan pengiriman; kapasitas awal pabrik sekitar 12.000 unit per tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2021

Pengiriman kendaraan Lexus di China mencapai puncak sekitar 227.000 unit.

2025

Pembangunan fasilitas produksi Toyota untuk Lexus di Distrik Jinshan, Shanghai, dimulai.

sepanjang 2025

Pengiriman kendaraan Lexus di China turun menjadi 182.458 unit.

Januari hingga Agustus 2026

Pengiriman Lexus ES sekitar 57.800 unit, turun sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

2027

Lexus akan meluncurkan SUV listrik pertama yang diproduksi langsung di China.

2027–2028

Toyota menargetkan penerapan teknologi baterai solid-state pada kendaraan listrik, meski penggunaannya pada SUV Lexus belum dipastikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lexus menyiapkan SUV listrik pertama yang diproduksi di China, dengan rencana peluncuran pada 2027.
  • Who?
    Lexus dan Toyota akan menjalankan produksi SUV listrik tersebut melalui fasilitas baru milik Toyota yang sepenuhnya dimiliki perusahaan.
  • Where?
    Produksi akan dilakukan di pabrik Toyota di Distrik Jinshan, Shanghai, China.
  • When?
    Pembangunan fasilitas dimulai pada 2025, sedangkan SUV listrik Lexus dijadwalkan meluncur pada 2027.
  • Why?
    Produksi lokal dilakukan untuk memperkuat posisi Lexus menghadapi persaingan kendaraan listrik premium China serta menghindari bea masuk 15 persen untuk mobil impor.
  • How?
    Pabrik akan memakai aluminium gigacasting dan sistem perakitan tanpa konveyor konvensional. Kapasitas awal dilaporkan sekitar 1.000 unit per bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lexus mau membuat mobil SUV listrik di China pada 2027. Mobil ini dibuat di pabrik baru Toyota di Shanghai. Dulu Lexus membawa mobil dari Jepang. Pabriknya sedang dibangun sejak 2025. Lexus ingin bersaing dengan mobil listrik China seperti Nio dan Zeekr. Nama, harga, dan baterai mobilnya belum diberi tahu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Produksi lokal SUV listrik Lexus di Shanghai menandai upaya adaptif untuk memperkuat posisinya di pasar China. Fasilitas baru yang mengadopsi gigacasting dan perakitan otonom berpotensi menyederhanakan produksi, sementara penghindaran bea impor memberi perusahaan fleksibilitas lebih besar dalam menetapkan harga di tengah persaingan premium yang ketat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lexus bersiap memasuki babak baru dalam bisnis otomotifnya di China. Merek mobil premium asal Jepang tersebut akan meluncurkan SUV listrik pertama yang diproduksi langsung di China pada 2027.

Langkah ini sekaligus mengakhiri strategi Lexus yang selama hampir tiga dekade mengandalkan kendaraan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar Negeri Tirai Bambu. Dilansir Carnewschina, SUV listrik tersebut akan diproduksi di fasilitas baru milik Toyota yang berlokasi di Distrik Jinshan, Shanghai.

Pembangunan pabrik ini menjadi bagian dari strategi Toyota untuk memperkuat posisi Lexus di tengah persaingan kendaraan listrik premium yang semakin ketat, terutama dari produsen lokal China.

1. Lexus mulai produksi mobil listrik di China

Buritan LFA Concept terasa sangat futuristik (Lexus)

Keputusan memproduksi kendaraan secara lokal menjadi perubahan besar dalam strategi bisnis Lexus. Selama ini, Lexus dikenal mempertahankan pendekatan impor untuk memasarkan produknya di China, meskipun sudah memiliki kehadiran yang cukup lama di negara tersebut.

Fasilitas produksi di Jinshan akan beroperasi sebagai perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Toyota. Dengan demikian, pabrik tersebut berdiri secara independen dan tidak menjadi bagian dari dua perusahaan patungan Toyota yang selama ini beroperasi di China.

Pembangunan fasilitas tersebut telah dimulai pada 2025. Nantinya, pabrik ini akan menjadi basis produksi SUV listrik pertama Lexus yang dibuat di luar Jepang.

2. Pabrik Shanghai gunakan teknologi gigacasting

Siluet bodi Lexus LFA Concept (Lexus)

Pabrik Lexus di Jinshan akan mengadopsi teknologi aluminium gigacasting untuk proses produksinya. Teknologi ini memungkinkan sejumlah komponen struktural kendaraan digabungkan menjadi satu bagian aluminium berukuran besar. Penggunaan metode tersebut ditujukan untuk mengurangi jumlah komponen sekaligus menyederhanakan proses perakitan.

Selain gigacasting, fasilitas ini juga akan menerapkan sistem perakitan tanpa konveyor konvensional. Kendaraan nantinya bergerak secara otonom dari satu stasiun kerja ke stasiun lainnya. Sistem tersebut menjadi bagian dari pendekatan manufaktur modern yang diterapkan Toyota untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Untuk tahap awal, kapasitas produksi dilaporkan mencapai sekitar 1.000 unit per bulan atau setara 12.000 unit per tahun. Namun, angka tersebut masih merupakan target produksi awal dan belum mencerminkan kapasitas maksimal pabrik dalam jangka panjang.

3. Lexus menghadapi persaingan ketat mobil listrik China

Lampu utama rem LFA Concept (Lexus)

Produksi lokal menjadi langkah strategis Lexus untuk menghadapi persaingan kendaraan listrik premium di China. Di sisi lain, merek tersebut tengah menghadapi tekanan penjualan di tengah pertumbuhan produsen kendaraan listrik domestik seperti Nio dan Zeekr.

Berdasarkan laporan CarNewsChina, pengiriman kendaraan Lexus di China mencapai puncaknya sekitar 227.000 unit pada 2021. Namun, angka tersebut turun menjadi 182.458 unit sepanjang 2025.

Salah satu model yang turut mengalami tekanan adalah Lexus ES, dengan pengiriman sekitar 57.800 unit selama Januari hingga Agustus 2026, atau turun sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan memproduksi kendaraan secara lokal, Lexus juga berpeluang menghindari bea masuk sebesar 15 persen yang dikenakan terhadap mobil penumpang impor.

Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam menentukan strategi harga untuk bersaing dengan merek premium lokal. Meski begitu, Lexus belum mengungkapkan nama SUV listrik tersebut, termasuk kapasitas baterai, spesifikasi motor listrik, harga, maupun jarak tempuhnya.

Penggunaan baterai solid-state juga belum dapat dipastikan, meskipun Toyota sedang mengembangkan teknologi baterai tersebut dengan target penerapan pada kendaraan listrik mulai 2027–2028.

Curated For You

Editorial Team

Related Article