ilustrasi naik mobil saat hujan (pexels.com/Roman Castillo)
Banyak mesin diesel modern dilengkapi turbocharger yang berfungsi meningkatkan jumlah udara bertekanan ke dalam ruang bakar. Dengan suplai udara yang lebih banyak, mesin dapat membakar bahan bakar secara lebih optimal sesuai batas desainnya. Hasilnya, tenaga dan torsi dapat meningkat tanpa harus memperbesar kapasitas mesin secara signifikan.
Turbocharger juga membantu mesin diesel mempertahankan performa ketika membutuhkan tenaga tambahan, misalnya saat menanjak atau membawa muatan. Namun, besarnya peningkatan torsi bergantung pada ukuran turbo, tekanan boost, sistem injeksi, dan pengaturan mesin. Tidak semua mesin diesel menggunakan turbo, terutama pada model yang lebih sederhana atau generasi lama.
Mesin diesel memiliki karakter torsi besar karena kombinasi rasio kompresi tinggi, tekanan pembakaran, desain mesin, serta kemampuan menghasilkan tenaga pada putaran relatif rendah. Penggunaan turbocharger pada banyak mesin modern juga membantu meningkatkan torsi yang tersedia. Faktor-faktor tersebut membuat mesin diesel cocok untuk kendaraan yang membutuhkan kemampuan menarik dan membawa beban.
Meski demikian, mesin diesel tidak selalu menghasilkan torsi lebih besar daripada semua mesin bensin. Kapasitas mesin, teknologi, sistem induksi udara, dan penyetelan kendaraan turut menentukan hasil akhirnya. Karena itu, saat membandingkan dua kendaraan, perhatikan angka torsi, rentang putaran mesin saat torsi maksimum, serta rasio transmisinya.