Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi mobil di terowongan (pexels.com/Jetour Georgia)

Mesin diesel dikenal memiliki torsi yang besar dibandingkan mesin bensin dengan kapasitas mesin yang setara. Karakter ini membuat kendaraan diesel banyak digunakan pada mobil niaga, truk, bus, hingga kendaraan penumpang yang membutuhkan tenaga tarikan kuat. Tidak heran mesin diesel sering dianggap lebih tangguh ketika membawa beban berat atau melewati tanjakan.

Perbedaan karakter tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Mesin diesel memiliki cara kerja pembakaran, rasio kompresi, dan karakter putaran mesin yang berbeda dari mesin bensin. Untuk memahami penyebabnya, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui mengenai hubungan antara mesin diesel dan torsi.

1. Memiliki rasio kompresi lebih tinggi

ilustrasi mobil (pexels.com/ S won Hoerst)

Mesin diesel umumnya menggunakan rasio kompresi yang lebih tinggi dibandingkan mesin bensin. Udara di dalam silinder ditekan hingga mencapai suhu yang cukup tinggi sebelum bahan bakar disemprotkan. Kondisi tersebut memungkinkan bahan bakar menyala akibat panas dari kompresi tanpa memerlukan busi seperti pada mesin bensin.

Rasio kompresi yang tinggi menjadi salah satu faktor yang mendukung karakter torsi mesin diesel. Proses pembakaran menghasilkan tekanan besar pada piston sehingga mendorong poros engkol untuk berputar. Namun, besarnya torsi tidak hanya ditentukan oleh rasio kompresi, melainkan juga desain ruang bakar, sistem injeksi, dan konstruksi mesin.

2. Menghasilkan tekanan pembakaran yang besar

ilustrasi mobil (pexels.com/Mike Bird)

Mesin diesel bekerja dengan menyemprotkan bahan bakar ke dalam udara bertekanan dan bersuhu tinggi di ruang bakar. Pembakaran yang terjadi menghasilkan tekanan gas yang mendorong piston ke bawah. Gaya dorong tersebut kemudian diteruskan melalui batang piston menuju poros engkol untuk menghasilkan torsi.

Tekanan efektif rata-rata di dalam silinder menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan torsi mesin. Mesin diesel modern dirancang agar mampu menghasilkan tekanan pembakaran yang tinggi pada rentang putaran tertentu. Hal inilah yang membantu kendaraan diesel menghasilkan tarikan kuat, terutama ketika membawa muatan atau melewati jalan menanjak.

3. Menghasilkan torsi besar pada putaran mesin rendah

ilustrasi mobil di tanjakan (pexels.com/Ferencs Itsvan)

Salah satu karakter khas mesin diesel adalah kemampuan menghasilkan torsi besar pada putaran mesin relatif rendah. Pengemudi dapat merasakan tarikan kuat tanpa harus memutar mesin hingga putaran tinggi seperti pada sebagian mesin bensin. Karakter ini sangat berguna untuk kendaraan yang membutuhkan tenaga besar sejak kecepatan rendah.

Kemampuan tersebut didukung oleh desain mesin, sistem pembakaran, dan pengaturan suplai bahan bakar. Banyak mesin diesel modern juga menggunakan turbocharger untuk meningkatkan jumlah udara yang masuk ke ruang bakar. Kombinasi berbagai teknologi tersebut membantu mesin menghasilkan torsi tinggi pada rentang putaran yang sesuai.

4. Memiliki langkah piston dan konstruksi mesin yang mendukung

ilustrasi mobil putih (pexels.com/Aaron Curtis)

Sejumlah mesin diesel dirancang dengan langkah piston yang relatif panjang dibandingkan diameter silindernya. Dalam kondisi gaya pada piston yang sama, langkah yang lebih panjang dapat memberikan lengan momen lebih besar pada poros engkol. Hal ini dapat membantu meningkatkan torsi yang dihasilkan mesin.

Selain itu, mesin diesel umumnya memiliki konstruksi yang dirancang untuk menahan tekanan pembakaran tinggi. Komponen internalnya dibuat dengan mempertimbangkan beban kerja yang besar dan penggunaan dalam jangka panjang. Meski begitu, tidak semua mesin diesel memiliki langkah piston lebih panjang karena desain setiap mesin bisa berbeda.

5. Menggunakan turbocharger untuk meningkatkan torsi

ilustrasi naik mobil saat hujan (pexels.com/Roman Castillo)

Banyak mesin diesel modern dilengkapi turbocharger yang berfungsi meningkatkan jumlah udara bertekanan ke dalam ruang bakar. Dengan suplai udara yang lebih banyak, mesin dapat membakar bahan bakar secara lebih optimal sesuai batas desainnya. Hasilnya, tenaga dan torsi dapat meningkat tanpa harus memperbesar kapasitas mesin secara signifikan.

Turbocharger juga membantu mesin diesel mempertahankan performa ketika membutuhkan tenaga tambahan, misalnya saat menanjak atau membawa muatan. Namun, besarnya peningkatan torsi bergantung pada ukuran turbo, tekanan boost, sistem injeksi, dan pengaturan mesin. Tidak semua mesin diesel menggunakan turbo, terutama pada model yang lebih sederhana atau generasi lama.

Mesin diesel memiliki karakter torsi besar karena kombinasi rasio kompresi tinggi, tekanan pembakaran, desain mesin, serta kemampuan menghasilkan tenaga pada putaran relatif rendah. Penggunaan turbocharger pada banyak mesin modern juga membantu meningkatkan torsi yang tersedia. Faktor-faktor tersebut membuat mesin diesel cocok untuk kendaraan yang membutuhkan kemampuan menarik dan membawa beban.

Meski demikian, mesin diesel tidak selalu menghasilkan torsi lebih besar daripada semua mesin bensin. Kapasitas mesin, teknologi, sistem induksi udara, dan penyetelan kendaraan turut menentukan hasil akhirnya. Karena itu, saat membandingkan dua kendaraan, perhatikan angka torsi, rentang putaran mesin saat torsi maksimum, serta rasio transmisinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article