Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Xiaomi kembali mengembangkan sedan listrik berperforma tinggi SU7 Ultra (Dok. Carnewschina)
  • Prototipe pembaruan Xiaomi SU7 Ultra diuji di Nürburgring tanpa kamuflase, dengan perubahan aerodinamika seperti sayap belakang twin-plane, splitter lebih besar, side skirt revisi, dan ventilasi roda depan.

  • Sayap belakang memakai dudukan swan-neck serta elemen bergerak yang diduga berpotensi mendukung DRS, tetapi Xiaomi belum mengonfirmasi fungsi komponen maupun jadwal peluncuran model ini.

  • SU7 Ultra produksi mencatat 7 menit 4,957 detik di Nürburgring, masih 9,424 detik di belakang Porsche Taycan Turbo GT; spesifikasi pembaruan belum diumumkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 April 2025

Xiaomi SU7 Ultra dengan Track Package mencatat waktu putaran 7 menit 4,957 detik di Nürburgring Nordschleife. Pengujian dilakukan oleh pembalap Vincent Radermecker.

15 April 2026

Porsche Taycan Turbo GT dengan Weissach Package dan Manthey Kit mencatat waktu 6 menit 55,533 detik di Nürburgring. Catatan itu lebih cepat 9,424 detik dari Xiaomi SU7 Ultra.

31 Oktober 2026

CarNewsChina melaporkan prototipe Xiaomi SU7 Ultra versi pembaruan sedang diuji di Nürburgring Nordschleife. Prototipe tersebut menampilkan paket aerodinamika baru, termasuk sayap belakang twin-plane.

Hingga saat ini

Xiaomi belum mengumumkan spesifikasi teknis, harga, maupun jadwal peluncuran resmi SU7 Ultra versi pembaruan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Prototipe pembaruan sedan listrik performa tinggi Xiaomi SU7 Ultra terlihat menjalani pengujian dengan perubahan aerodinamika di Nürburgring Nordschleife.
  • Who?
    Xiaomi mengembangkan prototipe SU7 Ultra; penampakan pengujian dilaporkan CarNewsChina berdasarkan laporan media otomotif China, Y-Auto.
  • Where?
    Pengujian berlangsung di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman. Prototipe terlihat menggunakan pelat nomor Munich M SU 7650 E.
  • When?
    Penampakan prototipe dilaporkan pada 31 Oktober 2026. Jadwal peluncuran model pembaruan masih menunggu informasi lebih lanjut dari Xiaomi.
  • Why?
    Prototipe diuji sebagai bagian pengembangan kemampuan SU7 Ultra untuk penggunaan di lintasan, dengan paket aerodinamika yang diperbarui.
  • How?
    Mobil diuji dengan sayap belakang twin-plane, splitter depan lebih besar, revisi side skirt, komponen bumper tambahan, dan ventilasi di atas roda depan. Fungsi elemen sayap bergerak belum ada keterangan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Xiaomi sedang mencoba mobil listrik SU7 Ultra baru di lintasan Nurburgring, Jerman. Mobil ini punya sayap belakang besar baru dan bagian depan yang diubah supaya bisa melaju lebih baik. Dulu mobil Xiaomi kalah cepat dari Porsche di lintasan itu. Sekarang Xiaomi masih menguji mobilnya. Belum ada kabar kapan mobil baru ini dijual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengujian prototipe SU7 Ultra di Nürburgring menunjukkan Xiaomi terus menyempurnakan sedan listrik performanya, terutama melalui paket aerodinamika yang lebih agresif. Sayap twin-plane, splitter lebih besar, dan revisi pada sisi bodi mencerminkan perhatian pada kebutuhan lintasan, sambil tetap mempertahankan fondasi performa tinggi dari model produksi saat ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Xiaomi kembali mengembangkan sedan listrik berperforma tinggi SU7 Ultra. Kali ini, prototipe versi pembaruan mobil tersebut tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di sirkuit Nuerburgring Nordschleife, Jerman, dengan sejumlah perubahan pada bagian aerodinamika.

Menariknya, mobil yang belum menggunakan kamuflase tersebut terlihat mengenakan pelat nomor Munich dengan kode registrasi M SU 7650 E. Penampakan ini dilaporkan CarNewsChina pada 31 Oktober 2026, berdasarkan laporan media otomotif China, Y-Auto.

Melansir Carnewschina, prototipe tersebut diduga merupakan pengembangan SU7 Ultra yang berpotensi diluncurkan pada 2027. Meski demikian, Xiaomi belum memberikan konfirmasi mengenai jadwal peluncuran maupun spesifikasi model terbarunya.

1. Xiaomi SU7 Ultra mendapatkan sayap belakang baru

Prototipe tersebut diduga merupakan pengembangan SU7 Ultra yang berpotensi meluncur pada 2027 (Dok. Carnewschina)

Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian belakang. Xiaomi mengganti spoiler karbon tetap yang digunakan SU7 Ultra produksi massal dengan sayap berukuran besar berdesain twin-plane atau dua bidang.

Sayap tersebut menggunakan dudukan swan-neck yang menopang bagian atas, sebuah desain yang umum dijumpai pada mobil balap untuk mengoptimalkan aliran udara dan menghasilkan downforce.

Selain itu, bagian sayap tampak memiliki elemen yang dapat bergerak. Komponen tersebut diduga berpotensi mendukung sistem Drag Reduction System (DRS), yang memungkinkan hambatan udara dikurangi ketika mobil melaju di lintasan lurus berkecepatan tinggi. Namun, belum ada konfirmasi dari Xiaomi mengenai keberadaan maupun fungsi sistem tersebut pada prototipe yang tertangkap kamera.

Ubahan aerodinamika lainnya mencakup splitter depan berukuran lebih besar, tambahan komponen pada sisi bumper, side skirt dengan desain revisi, serta ventilasi berjeruji di atas roda depan.

Prototipe ini juga masih mempertahankan sensor LiDAR di bagian atap dan kaliper rem berwarna kuning. Sementara itu, warna bodinya terlihat kuning pucat, berbeda dari warna Lightning Yellow yang tersedia pada model produksi.

2. Catatan waktu Xiaomi SU7 Ultra masih kalah dari Porsche

Menariknya, mobil yang belum menggunakan kamuflase tersebut terlihat mengenakan pelat nomor Munich dengan kode registrasi M SU 7650 E (Dok. Carnewschina)

Pengujian di Nuerburgring menjadi perhatian karena Xiaomi SU7 Ultra sebelumnya sudah membuktikan kemampuannya di sirkuit legendaris Jerman tersebut.

Pada 1 April 2025, Xiaomi SU7 Ultra yang dilengkapi Track Package berhasil mencatatkan waktu putaran 7 menit 4,957 detik di Nürburgring Nordschleife. Pengujian tersebut dilakukan oleh pembalap Vincent Radermecker. Namun, catatan waktu tersebut kemudian dikalahkan oleh Porsche Taycan Turbo GT dengan Weissach Package dan Manthey Kit pada 15 April 2026.

Mobil listrik asal Jerman itu berhasil menyelesaikan putaran Nürburgring dalam waktu 6 menit 55,533 detik. Artinya, Porsche lebih cepat 9,424 detik dibandingkan dengan catatan waktu Xiaomi SU7 Ultra.

Kemunculan prototipe dengan paket aerodinamika baru ini memperlihatkan bahwa Xiaomi masih mengembangkan kemampuan SU7 Ultra untuk penggunaan di lintasan.

3. Spesifikasi dan performa Xiaomi SU7 Ultra

Xiaomi SU7 2026 (Carnewschina)

Sebagai gambaran, Xiaomi SU7 Ultra versi produksi saat ini mengandalkan konfigurasi tiga motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD). Kombinasi ketiga motor listrik tersebut menghasilkan tenaga maksimum 1.138 kW atau setara dengan 1.526 dk, dengan torsi puncak mencapai 1.770 Nm.

Sumber energinya berasal dari baterai CATL Qilin 2.0 berkapasitas 93,7 kWh. Berdasarkan pengujian CLTC, mobil ini memiliki jarak tempuh maksimum hingga 630 km dalam sekali pengisian daya. Di pasar China, Xiaomi SU7 Ultra dibanderol mulai 529.900 yuan atau sekitar Rp1,2 miliar.

Xiaomi juga pernah memperkenalkan pengembangan teknologi powertrain empat motor listrik dengan tenaga gabungan hingga 1.510 kW atau sekitar 2.054 dk. Selain itu, pabrikan turut mengembangkan suspensi aktif sepenuhnya dan sistem pengereman elektromekanis 48 volt.

Namun, belum diketahui apakah teknologi tersebut akan digunakan pada prototipe SU7 Ultra yang sedang diuji di Nuerburgring. Hingga saat ini, Xiaomi belum mengumumkan spesifikasi teknis, harga, maupun jadwal peluncuran resmi SU7 Ultra versi pembaruan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article