Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Bagian Motor yang Membuat Tarikan Terasa Lambat, Segera Cek!

4 Bagian Motor yang Membuat Tarikan Terasa Lambat, Segera Cek!
ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Sadiq Nafee)
Intinya Sih
  • Tarikan motor yang melambat bisa disebabkan oleh beberapa komponen penting yang kinerjanya menurun, seperti filter udara, busi, sistem transmisi, hingga sistem bahan bakar.
  • Filter udara kotor dan busi aus dapat menghambat proses pembakaran sehingga tenaga mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
  • Masalah pada CVT atau rantai serta gangguan aliran bahan bakar membuat penyaluran tenaga tidak optimal, menyebabkan akselerasi motor terasa berat dan kurang responsif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tarikan motor yang terasa lambat memang bisa membuat pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman, terutama saat harus melewati kondisi tanjakan atau jalan yang padat. Masalah ini memang bisa muncul secara bertahap dan membuat banyak pengendara mungkin tidak langsung menyadari penyebab utamanya.

Sebetulnya performa motor bisa sangat dipengaruhi oleh kondisi dari beberapa komponen penting yang bekerja secara bersamaan. Jika ada salah satu bagian yang mengalami adanya gangguan atau kurang perawatan, maka respons akselerasi pada motor pun bisa mengalami penurunan secara signifikan.

1. Filter udara yang kotor

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Harvey Tan Villarino)

Filter udara ternyata memiliki fungsi yang sangat penting untuk bisa menyaring udara sebelum nantinya masuk ke bagian ruang pembakaran mesin. Jika bagian ini kondisinya terlalu kotor, maka aliran udara pun bisa terhambat dan pada akhirnya membuat proses pembakaran menjadi tidak optimal.

Akibat dari hal ini akan membuat tenaga mesin jadi terasa lebih berat dan respons gas menjadi jauh lebih lambat pada saat motor digunakan. Bukan hanya menurunkan performa, namun filter udara yang kotor juga bisa membuat mengonsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih boros dari semestinya.

2. Kondisi busi yang sudah lemah

ilustrasi busi (noble6.com)
ilustrasi busi (noble6.com)

Busi memiliki fungsi untuk menghasilkan adanya percikan api untuk membantu proses pembakaran yang ada di dalam mesin. Pada saat busi mulai mengalami kondisi aus atau kotor, maka proses pembakaran bahan bakarnya menjadi tidak sempurna dan hal ini akan menyebabkan tenaga mesin berkurang.

Biasanya motor akan cenderung tersendat dan membuat proses akselerasinya terasa lebih lambat jika dibandingkan biasanya. Pemeriksaan busi secara berkala tentu merupakan langkah penting untuk memastikan percikan api tetap optimal dan mengembalikan performa motor seperti semula.

3. CVT atau rantai yang bermasalah

ilustrasi rantai motor (pexels.com/Kevin Bidwell)
ilustrasi rantai motor (pexels.com/Kevin Bidwell)

Pada motor matic, bagian CVT ternyata bisa sangat mempengaruhi penyaluran tenaga dari dari mesin ke bagian roda. Komponen seperti roller atau v-belt yang sudah aus dan artinya akan membuat tarikan motor jadi terasa lebih berat dan justru kurang responsif.

Sementara untuk motor manual, rantai yang kondisinya terlalu kendur atau gear yang sudah mulai aus bisa membuat performa akselerasinya jadi berkurang. Penyaluran tenaga menjadi kurang optimal, sehingga motor pun nantinya akan terasa lebih lambat pada saat mulai digas.

4. Sistem bahan bakar yang tidak optimal

ilustrasi mesin motor (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/cottonbro studio)

Aliran bahan bakar yang terganggu bisa menyebabkan mesin menjadi kekurangan suplai pada saat harus bekerja. Kondisi ini memang bisa terjadi akibat kondisi injektor yang kotor, karburator yang mengalami masalah, hingga filter bahan bakar yang mulai tersumbat.

Pada saat pasokan bahan bakar tidak stabil, maka proses pembakarannya menjadi kurang sempurna dan tenaga pun berkurang secara signifikan. Akibat dari hal ini akan membuat motor terasa berat, terutama pada saat harus beraklarasi atau membawa beban tambahan.

Tarikan motor yang terasa lambat bisa diakibatkan oleh berbagai komponen yang mulai bermasalah. Dengan memperhatikan beberapa kondisi di atas, maka bisa memberikan perawatan yang tepat untuk mengembalikan performa terbaiknya. Perawatan rutin bisa menjadi langkah penting agar motor tetap nyaman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Related Articles

See More