Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Helm Basah Bisa Bikin Bau Apek, Begini Cara Mengatasinya
ilustrasi membawa helm di tangan (pexels.com/Emir Anık)
  • Helm basah yang langsung disimpan dapat menyimpan kelembapan, memicu bau apek serta penumpukan keringat, minyak kulit kepala, dan kotoran.
  • Setelah kehujanan, buka kaca helm, lepaskan pelapis yang bisa dilepas, lalu angin-anginkan di area teduh dengan sirkulasi udara baik.
  • Cuci padding sesuai petunjuk produsen memakai sabun lembut, keringkan sepenuhnya, dan hindari panas berlebihan atau memakai helm bergantian saat masih lembap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helm yang kena hujan bisa jadi bau apek kalau langsung disimpan. Bagian dalamnya juga bisa kotor karena keringat dan minyak kepala. Buka kaca helm dan taruh di tempat yang ada anginnya. Bagian dalam yang bisa dilepas boleh dicuci pakai sabun lembut. Jangan pakai panas besar. Tunggu sampai kering dulu sebelum dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Helm yang terkena hujan sering kali hanya dikeringkan sebentar lalu kembali digunakan. Kebiasaan tersebut memang terlihat praktis, tetapi bisa membuat bagian dalam helm menyimpan kelembapan lebih lama.

Jika kondisi lembap dibiarkan, bagian dalam helm dapat mulai mengeluarkan bau apek. Selain mengganggu kenyamanan, helm yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat menumpuknya keringat, minyak dari kulit kepala, dan kotoran.

1. Jangan langsung menyimpan helm

ilustrasi helm di dalam toko (pexels.com/Labskiii)

Setelah terkena hujan, jangan langsung memasukkan helm ke dalam tas atau menyimpannya di tempat tertutup. Kelembapan yang terperangkap di dalam ruang penyimpanan membuat bagian busa dan lapisan dalam helm lebih sulit kering.

Buka kaca helm dan lepaskan aksesori atau pelapis yang memang dapat dilepas jika desain helm memungkinkan. Letakkan helm di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak lembap. Pengeringan secara alami membantu mengurangi air yang tersisa tanpa memberikan paparan panas berlebihan yang berpotensi merusak material tertentu.

2. Cuci bagian dalam secara rutin

ilustrasi helm (pexels.com/Maarten Bressers)

Bau apek tidak hanya berasal dari air hujan. Keringat dan minyak dari kepala juga dapat menempel pada padding helm. Jika bercampur dengan kelembapan, kondisi tersebut dapat membuat bau semakin sulit dihilangkan.

Untuk helm yang memiliki padding atau cheek pad yang dapat dilepas, komponen tersebut bisa dibersihkan mengikuti petunjuk dari produsen. Gunakan sabun lembut dan air secukupnya, kemudian bilas hingga bersih. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat memengaruhi bentuk busa. Setelah dicuci, pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dipasang kembali.

3. Hindari mengeringkan dengan panas berlebihan

ilustrasi helm (pexels.com/HomeSickAlien)

Ketika helm basah, sebagian orang tergoda mengeringkannya menggunakan pengering rambut dengan suhu tinggi atau menjemurnya di bawah terik matahari dalam waktu lama. Cara tersebut memang dapat mempercepat pengeringan, tetapi panas berlebihan berpotensi memengaruhi material tertentu pada helm.

Lebih aman memberikan waktu bagi helm untuk mengering di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Jika bau sudah telanjur muncul, bersihkan bagian dalam terlebih dahulu daripada hanya menutupinya menggunakan pewangi. Helm juga sebaiknya tidak dipakai bergantian dalam kondisi padding masih lembap. Dengan kebiasaan membersihkan dan mengeringkan helm secara rutin, kelembapan serta sumber bau dapat lebih mudah dikendalikan sehingga helm tetap nyaman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article