Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kaca Helm Berembun Saat Hujan? Jangan Langsung Dibuka
ilustrasi pria memakai helm (pexels.com/nandish kumar)
  • Embun pada visor muncul saat udara hangat dan lembap dari napas bertemu kaca yang lebih dingin; ventilasi kurang optimal membuat kelembapan terperangkap lebih lama.
  • Saat pandangan mulai buram, visor dapat dibuka sedikit bila kondisi memungkinkan untuk mengalirkan udara, tetapi jangan terlalu lebar saat hujan deras atau kecepatan tinggi.
  • Manfaatkan ventilasi serta lapisan antikabut, jaga visor tetap bersih dengan bahan tepat, dan menepi di tempat aman bila embun tetap mengganggu visibilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat hujan, kaca helm bisa berembun karena napas hangat bertemu kaca dingin. Jalan jadi susah terlihat. Kaca helm jangan langsung dibuka lebar, karena air bisa masuk ke wajah. Bisa buka sedikit kalau aman. Helm punya lubang udara atau kaca antikabut bisa membantu. Kalau tetap buram, pengendara harus menepi di tempat aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kaca helm atau visor yang berembun menjadi salah satu gangguan yang sering muncul ketika berkendara saat hujan. Pandangan ke depan bisa mendadak buram, terutama ketika udara di luar lebih dingin daripada suhu di dalam helm.

Kondisi tersebut tentu membuat pengendara ingin segera membuka visor agar pandangan kembali jelas. Namun, membuka kaca helm saat hujan deras bukan selalu solusi paling aman karena air hujan dapat langsung mengenai wajah dan semakin mengganggu konsentrasi.

1. Embun muncul akibat perbedaan suhu

ilustrasi warna visor helm gold (unsplash.com/vander Films)

Embun pada visor terjadi ketika udara hangat dan lembap di dalam helm bertemu dengan permukaan visor yang lebih dingin. Napas pengendara menjadi salah satu sumber kelembapan yang kemudian menempel pada permukaan kaca.

Masalah ini biasanya semakin terasa ketika hujan turun dan suhu lingkungan menurun. Ventilasi helm yang kurang optimal juga dapat membuat udara lembap terperangkap lebih lama. Karena itu, embun bukan berarti visor rusak, melainkan berkaitan dengan kondisi udara dan sirkulasi di dalam helm.

2. Buka visor sedikit jika kondisi memungkinkan

ilustrasi helm (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Jika embun mulai menutupi pandangan, membuka visor sedikit dapat membantu mengalirkan udara. Udara dari luar masuk dan membantu mengurangi kelembapan di dalam helm sehingga embun perlahan berkurang.

Namun, cara ini perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan derasnya hujan. Jika air hujan langsung masuk ke dalam helm atau kecepatan kendaraan cukup tinggi, membuka visor terlalu lebar justru dapat mengganggu pandangan. Jangan memaksakan perjalanan ketika visibilitas sudah sangat buruk.

3. Gunakan fitur antikabut pada helm

ilustrasi helm motor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Helm tertentu memiliki sistem ventilasi yang dirancang untuk membantu mengurangi embun. Beberapa visor juga tersedia dengan lapisan atau aksesori antikabut yang dapat membantu menjaga kejernihan pandangan ketika kondisi lembap.

Jika helm sering digunakan untuk berkendara saat hujan, fitur tersebut dapat menjadi pertimbangan. Pastikan visor tetap bersih karena kotoran dan minyak yang menempel pada permukaannya juga dapat membuat pandangan semakin terganggu ketika terkena air.

Perawatan sederhana juga penting. Bersihkan visor menggunakan bahan yang sesuai dan hindari menggosoknya dengan kain kasar yang berpotensi menimbulkan goresan. Jika embun tidak kunjung hilang dan pandangan tetap terganggu, lebih baik menepi di tempat yang aman daripada terus berkendara dengan visibilitas terbatas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article