Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Banyak Sepeda Motor Tanpa Pelat Nomor Wara-wiri di Jalan Raya?
ilustrasi naik motor (pexels.com/Markus Winkler)

Pemandangan sepeda motor yang berkeliaran tanpa dilengkapi pelat nomor polisi makin sering dijumpai di berbagai ruas jalan raya. Fenomena ini tidak hanya ditemukan di kawasan pemukiman atau jalan minor, tetapi juga merambah ke jalur protokol pusat kota.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan lain karena berkaitan langsung dengan ketertiban dan keselamatan lalu lintas. Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi banyaknya pemilik kendaraan nekad berkendara tanpa identitas resmi tersebut.

1. Keinginan untuk menghindari tilang elektronik

ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Optical Chemist)

Penerapan sistem tilang elektronik atau etle yang mengandalkan kamera pengawas mendorong sebagian pengendara mencari celah untuk meloloskan diri. Ketakutan akan sanksi denda membuat oknum pemilik kendaraan sengaja melepas pelat nomor agar identitas kendaraan tidak terdeteksi oleh kamera pemantau. Cara instan ini dianggap efektif untuk menghindari surat tilang yang dikirim langsung ke alamat rumah.

Tindakan manipulatif ini umumnya dilakukan oleh pengendara yang sering melakukan pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm atau melawan arus. Dengan menghilangkan identitas visual kendaraan, rasa aman semu diperoleh saat melintas di titik-titik kamera pengawas. Padahal, tindakan sengaja melepas pelat nomor justru merupakan bentuk pelanggaran hukum yang jauh lebih berat.

2. Keterlambatan proses penerbitan dokumen dan pelat resmi

ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Ona Branca)

Faktor teknis dari proses administrasi juga menjadi salah satu penyebab maraknya sepeda motor baru yang melintas tanpa pelat nomor resmi. Pembelian unit kendaraan baru sering kali membutuhkan waktu tunggu beberapa minggu hingga nomor polisi dan stnk diterbitkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Ketidakpastian tenggat waktu ini membuat sebagian pemilik tidak sabar untuk segera menggunakan kendaraan barunya.

Kebutuhan mobilitas harian yang mendesak akhirnya memaksa pemilik kendaraan untuk nekad mengendarai sepeda motor tersebut di jalan umum. Penggunaan pelat rakitan berbahan karton atau bahkan tanpa pelat sama sekali kerap dijadikan pilihan sementara. Ketidakdisiplinan dalam menunggu kelengkapan dokumen resmi ini makin memperbanyak jumlah kendaraan tanpa identitas di jalanan.

3. Minimnya kesadaran hukum dan upaya untuk mengelabui petugas

ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/El gringo photo)

Rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya kelengkapan administrasi berkendara masih menjadi masalah mendasar di tengah masyarakat. Sebagian pengendara menganggap pelat nomor hanya sekadar formalitas semata yang tidak memengaruhi fungsi mekanis kendaraan. Pandangan keliru ini membuat kewajiban memasang identitas resmi kendaraan sering kali diabaikan begitu saja.

Selain itu, terdapat pula motif kejahatan di balik kesengajaan melepas pelat nomor untuk menyamarkan status kendaraan hasil tindak pidana. Sepeda motor hasil curian atau kendaraan yang menunggak cicilan kerap dioperasikan tanpa pelat untuk mengelabui petugas di lapangan. Pembiaran terhadap fenomena ini tentu berpotensi meningkatkan risiko kejahatan serta ketidaknyamanan di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article