Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
  • Motor yang mati setelah hujan tidak selalu akibat busi basah; air dan kelembapan dapat mengganggu konektor, kabel, serta sistem pengapian.
  • Periksa soket, konektor, tutup busi, dan kabel pengapian dari tanda longgar, retak, kotor, berkarat, atau lembap; komponen elektronik kompleks sebaiknya ditangani teknisi.
  • Sambungan kabel modifikasi dan aksesori rentan kemasukan air serta korosi; bengkel perlu memeriksa jalur kelistrikan, pengisian, dan pengapian tanpa menyemprot area listrik bertekanan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor bisa mati setelah kena hujan atau lewat genangan. Air mungkin masuk ke soket kabel, tutup busi, atau kabel yang rusak. Motor jadi brebet dan susah hidup. Jangan pegang kabel saat mesin menyala. Sekarang, minta teknisi bengkel memeriksa kabel dan bagian listrik motor. Jangan semprot air kencang ke sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Motor yang tiba-tiba mati setelah melewati jalan basah tentu merepotkan, apalagi jika kejadian berlangsung ketika hujan deras atau saat melintasi genangan. Sebagian pengendara mungkin langsung menduga busi terkena air. Padahal, gangguan tersebut bisa berasal dari sejumlah komponen kelistrikan lain.

Air dan kelembapan dapat memengaruhi sambungan kabel, konektor, hingga sistem pengapian jika perlindungannya sudah tidak optimal. Karena itu, penting mengetahui bagian mana saja yang perlu diperiksa ketika motor mulai brebet, sulit dihidupkan, atau mendadak mati setelah kehujanan.

1. Periksa soket dan konektor kelistrikan

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Motor memiliki banyak konektor yang menghubungkan kabel dengan berbagai komponen, seperti sensor, ECU pada motor injeksi, koil pengapian, dan sistem penerangan. Konektor tersebut umumnya dilengkapi pelindung untuk mencegah air dan debu masuk. Namun, seal yang sudah getas, pengunci soket yang rusak, atau pemasangan yang kurang rapat bisa membuat perlindungannya berkurang.

Ketika air masuk ke dalam konektor, hubungan listrik dapat terganggu. Akibatnya, motor berpotensi mengalami gejala seperti mesin brebet, indikator menyala tidak normal, atau bahkan mati mendadak. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan melihat apakah ada soket yang longgar, kotor, berkarat, atau menunjukkan tanda kelembapan. Jangan mencabut konektor secara sembarangan, terutama pada motor injeksi yang memiliki sistem elektronik lebih kompleks. Jika ditemukan masalah, mintalah bantuan teknisi untuk membersihkan dan memastikan sambungannya kembali terlindungi.

2. Tutup busi dan kabel pengapian juga perlu diperiksa

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Magda Ehlers).

Tutup busi atau spark plug cap berfungsi melindungi sambungan antara kabel pengapian dan busi. Komponen ini juga membantu menjaga aliran listrik tegangan tinggi agar tersalurkan dengan baik. Jika karetnya sudah retak, longgar, atau tidak terpasang sempurna, air bisa masuk dan mengganggu proses pengapian, terutama ketika motor melewati genangan atau terkena cipratan air langsung.

Meski demikian, bukan berarti setiap motor yang mati setelah hujan pasti mengalami busi basah. Gangguan juga bisa berasal dari kabel pengapian yang rusak, koil bermasalah, atau komponen lain dalam sistem pengapian. Jika mesin sulit dinyalakan setelah kehujanan, periksa kondisi tutup busi dan kabelnya. Jangan menyentuh kabel pengapian ketika mesin hidup karena sistem tersebut menghasilkan tegangan tinggi.

3. Perhatikan sambungan kabel dan komponen yang pernah diperbaiki

ilustrasi aki motor (pexels.com/lucas)

Sambungan kabel tambahan, bekas modifikasi, atau instalasi aksesori seperti lampu tambahan dan klakson juga perlu mendapat perhatian. Sambungan yang hanya dibungkus isolasi seadanya lebih rentan dimasuki air dibandingkan konektor yang sesuai standar. Jika air mencapai bagian konduktor, korosi dapat muncul dan menghambat aliran listrik.

Apabila motor sering mati setiap kali melewati hujan, sebaiknya jangan hanya mengeringkan bagian luar mesin. Mintalah bengkel memeriksa jalur kabel, konektor, tutup busi, serta sistem pengisian dan pengapian. Hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi ke area kelistrikan saat mencuci motor. Perawatan sederhana tersebut dapat mengurangi risiko gangguan, sekaligus membantu menemukan sumber masalah sebelum kerusakan merembet ke komponen lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article