Bekasi, IDN Times - Summarecon Bekasi telah genap berusia 15 tahun, dan terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai kawasan terpadu di Kota Bekasi. Kini, Summarecon Bekasi tak lagi sekadar kawasan hunian baru, melainkan telah menjelma menjadi simbol pusat kehidupan urban yang dinamis dan modern di kawasan penyangga Ibu Kota.
Perkembangan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Sejak awal kehadirannya, Summarecon Bekasi dirancang sebagai kawasan yang mengintegrasikan hunian, bisnis, hingga fasilitas penunjang gaya hidup masyarakat urban.
Perjalanan ini dimulai pada 10 Maret 2010. Saat itu, Summarecon mulai membangun Flyover KH Noer Ali yang menghubungkan wilayah Utara dan Selatan Kota Bekasi. Infrastruktur ini menjadi salah satu tonggak penting dalam membuka aksesibilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
Pembangunan flyover tersebut juga menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Jalan Ir. H. Juanda, khususnya di area Stasiun Bekasi yang dikenal sebagai titik kepadatan kendaraan. Kehadiran infrastruktur ini memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
Flyover Ahmad Yani memiliki spesifikasi panjang 130 meter dan lebar 22 meter dengan empat lajur jalan. Flyover itu juga dibangun tanpa tiang penyangga yang melintas di atas rel kereta api, sehingga dinilai sebagai salah satu konstruksi yang inovatif pada masanya.
