35 Juta Keluarga Dapat Bantuan Pangan Beras-Minyak di Bulan Ramadan

- Pemerintah memberikan bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat di periode Ramadan.
- Penyaluran bansos tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan menyasar masyarakat dari desil 1 sampai dengan desil 4.
- Selain bantuan pangan, pemerintah juga akan menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat serta untuk korban bencana banjir Sumatra dan wilayah lainnya.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan memberikan bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di periode Ramadan 1447 Hijriyah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan yang diberikan berupa 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan.
“Akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari nanti. Dan pemerintah maupun K/L yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” kata Airlangga dalam konferensi pers stimulus ekonomi Ramadan-Idul Fitri di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Untuk penyaluran bansos itu, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp11,92 triliun.
“Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat, yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” ujar Airlangga.
Selain bantuan pangan, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan pemerintah juga akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako dan bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
“Bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat,” kata Gus Ipul.
Pemerintah juga tetap menyalurkan bansos untuk korban bencana banjir Sumatra dan wilayah lainnya dengan anggaran Rp2,3 triliun. Ada juga bantuan asistensi rehabilitasi sosial (Atensi) dengan anggaran senilai Rp20 triliun.
“Secara keseluruhan nilainya adalah Rp20 triliun. Sampai hari ini sudah kita salurkan lebih dari Rp17 triliun. Sisanya akan menyusul untuk bulan Januari, Februari, dan Maret. Artinya ini insyaallah sampai Lebaran, dan kami akan salurkan pada triwulan kedua, nanti di bulan April, Mei, dan Juni,” ujar Gus Ipul.
















