Oposisi Hungaria Siap Menang, Janjikan Reformasi Pajak dan Euro

- Partai Tisza usulkan pajak kekayaan dan adopsi euro
- Partai Tisza komitmen kembalikan peran kooperatif Hungaria di Uni Eropa dan NATO
- Partai Tisza targetkan kemandirian energi dan perombakan layanan publik
Jakarta, IDN Times - Partai oposisi Tisza di Hungaria secara resmi meluncurkan program pemilihan umum komprehensif pada Sabtu (7/2/2026) guna menetapkan arah baru kebijakan nasional. Visi politik ini dirancang secara khusus untuk menantang dominasi panjang pemerintahan konservatif di bawah kepemimpinan Viktor Orbán menjelang pemungutan suara parlemen mendatang.
Rencana strategis tersebut mencakup berbagai reformasi mendalam yang menyentuh sektor ekonomi, hubungan internasional, dan kedaulatan energi. Melalui peluncuran ini, Tisza menegaskan ambisinya untuk membawa perubahan struktural.
Table of Content
1. Partai Tisza usulkan pajak kekayaan dan adopsi euro
Partai Tisza menyusun rencana ekonomi ambisius dengan memperkenalkan pajak kekayaan tahunan sebesar 1 persen bagi warga yang memiliki aset di atas 1 miliar forint (Rp52,7 miliar). Langkah ini bertujuan mendistribusikan kembali beban fiskal nasional guna mendukung layanan publik, sekaligus dibarengi janji pemotongan pajak penghasilan bagi penduduk yang berpenghasilan di bawah upah median. Kebijakan tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi kelas pekerja yang telah lama terdampak inflasi.
Selain reformasi domestik, Tisza berkomitmen menetapkan target realistis untuk mengadopsi mata uang euro guna menciptakan stabilitas moneter dan mengurangi risiko fluktuasi mata uang pada sektor perdagangan. Dalam dokumen manifestonya, partai tersebut menegaskan fokus pada keadilan sosial.
Rencana ekonomi ini juga mencakup upaya untuk membuka kembali akses Hungaria terhadap dana Uni Eropa yang saat ini dibekukan melalui transparansi dan pemberantasan korupsi. Pemimpin partai Tisza, Péter Magyar menegaskan kesiapan pihaknya untuk memulihkan kepercayaan internasional dan memimpin negara.
"Partai Tisza siap untuk perubahan rezim, dan siap untuk memerintah," ujar Magyar, dilansir TVP World.
2. Partai Tisza komitmen kembalikan peran kooperatif Hungaria di Uni Eropa dan NATO
Program pemilihan Partai Tisza menekankan pentingnya mengembalikan posisi Hungaria sebagai anggota Uni Eropa dan NATO yang kooperatif serta dapat diandalkan. Partai ini secara tegas menolak isolasi diplomatik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan mitra-mitra Barat. Integrasi yang lebih dalam dengan aliansi keamanan transatlantik dipandang sebagai kunci utama untuk menjamin keamanan dan kemakmuran nasional, sebuah langkah yang sangat kontras dengan sikap konfrontatif pemerintah saat ini.
Dalam upaya memperkuat posisi di tingkat Eropa, Tisza berencana memulihkan hubungan bilateral dengan Polandia yang sempat merenggang melalui diplomasi profesional. Pakar kebijakan luar negeri Tisza, Anita Orbán, menekankan bahwa kerja sama regional harus menjadi prioritas dalam bingkai kepentingan nasional.
"Kita juga harus membangun kembali hubungan Polandia-Hungaria dan menjalankan diplomasi yang profesional dan bertanggung jawab," kata Orbán.
Meskipun mengusung visi pro-Eropa, Tisza tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kebijakan Uni Eropa tertentu, termasuk rencana anggaran 2027 dan pakta migrasi wajib. Namun, partai ini menjanjikan pendekatan negosiasi yang lebih konstruktif daripada konfrontatif guna memastikan aliran dana pembangunan ke kas negara kembali lancar. Visi diplomasi ini pun mendapat sambutan hangat dari publik, sebagaimana tercermin dalam jajak pendapat yang menunjukkan keunggulan signifikan Tisza atas partai penguasa.
3. Partai Tisza targetkan kemandirian energi dan perombakan layanan publik
Manifesto Partai Tisza menetapkan target ambisius untuk mengakhiri ketergantungan energi Hungaria terhadap Rusia secara total pada tahun 2035. Rencana ini akan ditempuh melalui diversifikasi sumber energi secara masif serta peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga dua kali lipat pada tahun 2040. Selain itu, Tisza berencana meninjau ulang proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Paks 2 yang saat ini didanai Rusia demi menjamin kedaulatan energi nasional di tengah ketidakstabilan pasokan global.
Di sektor layanan publik, partai ini berkomitmen mengalokasikan tambahan dana sebesar 500 miliar forint (Rp26,3 triliun) per tahun untuk memperbaiki fasilitas kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga medis. Upaya perbaikan ini juga mencakup sektor pendidikan dan perlindungan sosial yang dianggap telah lama stagnan.
Menjelang pemilihan parlemen pada 12 April 2026, Tisza terus memperkuat posisinya dengan mengusung transparansi dan pemulihan aset negara yang diduga dikelola secara tidak tepat oleh elit penguasa.


















