RI-Prancis Dorong Transisi Energi, PLN dan AFD Perkuat Kerja Sama

- MoU AFD-PLN jadi tonggak strategis dalam mendukung transformasi jangka panjang sistem kelistrikan Indonesia.
- Transisi energi tak hanya berkaitan dengan penurunan emisi karbon, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
- Global Gateway Uni Eropa mendukung Indonesia dalam proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi pada penyediaan listrik yang andal dan bersih.
Jakarta, IDN Times - Agence française de développement (AFD) dan PT PLN (Persero) resmi memperkuat kerja sama untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan mendukung transformasi sistem ketenagalistrikan nasional.
Penandatanganan MoU dilakukan di Paris pada (8/12/2025), bertepatan dengan penyelenggaraan Multi-Country Energy Transition Inspirational Tour dalam rangka peringatan 10 tahun Perjanjian Paris. Kerja sama ini juga melanjutkan sinergi yang telah terbangun melalui Indonesia Energy Transition Facility (IETF) yang didukung Uni Eropa melalui strategi Global Gateway.
1. MoU jadi tonggak strategis dalam dukung transformasi jangka panjang

Kepala Divisi Energi AFD, Nicolas Guichard, mengatakan MoU ini menjadi tonggak strategis dalam mendukung transformasi jangka panjang sistem kelistrikan Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan PLN akan memperkuat pengembangan proyek konkret serta penyusunan pembiayaan yang ambisius guna mewujudkan bauran energi yang lebih bersih dan tangguh.
“Kerja sama ini akan mempercepat transisi energi yang berkeadilan dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi,” ujar Guichard dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2025).
Melalui MoU tersebut, AFD dan PLN sepakat untuk mengidentifikasi serta mendukung persiapan dan implementasi proyek-proyek indikatif guna mempercepat transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama juga difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia PLN, khususnya dalam pengembangan pembiayaan energi terbarukan.
2. Transisi energi tak hanya berkaitan dengan penurunan emisi tapi keberlanjutan

Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, menegaskan transisi energi tidak hanya berkaitan dengan penurunan emisi karbon, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Melalui kemitraan ini, PLN berharap dapat meningkatkan kapasitas pengembangan proyek energi terbarukan serta memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
“Kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” jelas Sinthya.
3. Global Gateway Uni Eropa dukung Indonesia dalam proyek EBT

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menilai MoU ini sebagai bukti konkret kontribusi Team Europe dalam mendukung pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia.
"Global Gateway Uni Eropa mendukung Indonesia dalam proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi pada penyediaan listrik yang andal dan bersih. Dengan bekerja sama dengan PLN dalam persiapan proyek, perencanaan, dan mobilisasi investasi, kami mewujudkan komitmen iklim kami sekaligus mengidentifikasi proyek-proyek konkret yang akan mempercepat transisi energi yang berkeadilan di Indonesia," ungkapnya.



















