Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai kemajuan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
AHY mengatakan, pemerintah perlu memastikan semakin banyak keluarga keluar dari kemiskinan, pekerja meningkatkan keterampilan dan pendapatannya, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang menjadi usaha yang lebih besar.
"Itulah ekonomi naik kelas. Ekonomi yang tidak hanya membuat angka naik, tetapi juga membuat kehidupan rakyat ikut naik," ujar AHY.
Dia menekankan peningkatan kesejahteraan harus dirasakan berbagai kelompok masyarakat. Pendapatan petani dan nelayan perlu ditingkatkan, sementara buruh dan pekerja harus semakin sejahtera.
Hal serupa berlaku bagi guru dan tenaga kesehatan yang dinilai perlu mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang lebih baik. Di sisi lain, UMKM, perempuan, serta pekerja ekonomi digital juga harus memperoleh peluang lebih besar untuk berkembang.
AHY juga menilai program bantuan pemerintah harus diarahkan sebagai jembatan menuju kemandirian masyarakat, bukan sekadar bantuan yang bersifat sementara.
"Tugas kita membuka jalan agar mereka semakin berdaya. Karena rakyat Indonesia tidak sekedar ingin dibantu. Mereka ingin mendapatkan peluang untuk maju," katanya.
Selain agenda ekonomi, AHY menyoroti pentingnya pemerintah membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan kritik. Dia mencontohkan seorang peserta dari Sulawesi Tenggara dalam pembekalan tim Ekspedisi Patriot yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurut AHY, kritik tersebut justru perlu diapresiasi.
"Saya justru senang mendengarnya. Generasi muda tidak boleh kita didik hanya untuk mengangguk," ujar AHY.
AHY menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran terhadap hak masyarakat, negara harus hadir memberikan perlindungan. Sementara jika ditemukan pelanggaran hukum, proses penegakan hukum harus dilakukan.
Menurut AHY, prinsip keadilan tidak boleh hanya dilihat berdasarkan angka atau statistik.
"Sebidang tanah mungkin terlihat kecil bagi sebuah perusahaan. Tetapi bagi sebuah keluarga, tanah itu bisa berarti segala-galanya, inilah generasi yang ingin kita siapkan. Kritis, tetapi mau turun ke lapangan, berani menunjukkan masalah, tetapi juga ikut mencari jalan keluar," tegasnya.
Ia menjelaskan generasi milenial dan generasi Z harus memiliki kesempatan untuk membawa Indonesia lebih jauh dan lebih baik daripada generasinya. Dengan demikian, harapannya generasi, satu lompatan.
AHY menegaskan, pembangunan ekonomi dan pemerintahan harus mampu menciptakan masyarakat yang semakin berdaya, sekaligus memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi.
