Jakarta, IDN Times – Airbus mengumumkan kewajiban pembaruan perangkat lunak mendadak untuk sekitar 6 ribu pesawat seri A320 di seluruh dunia. Keputusan ini muncul setelah terdeteksi radiasi matahari ekstrem bisa mengganggu data penting pada sistem kendali terbang. Dari 11.300 unit keluarga A320 yang masih aktif, lebih dari separuhnya masuk daftar wajib perbaikan, dan Airbus menyebut langkah tersebut berpotensi memicu gangguan bagi pelanggan serta penumpang.
“Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” kata perusahaan itu, dikutip dari BBC.
Insiden pada 30 Oktober 2025 menjadi pemicunya ketika JetBlue Flight 1230 rute Cancun–Newark mendadak kehilangan ketinggian tanpa input dari pilot. Pesawat itu akhirnya mendarat darurat di Tampa, Florida. Kejadian tersebut membuat sedikitnya 15 penumpang harus dirawat di rumah sakit akibat luka-luka.
