ilustrasi proyek infrastruktur, pekerja konstruksi (magnific.com/magnific)
Ada pula risiko ketika aktivitas pemerintah justru memengaruhi pasar kerja swasta. Ketika pemerintah masuk dengan program belanja atau pekerjaan publik dalam skala besar, sebagian aktivitas tersebut bisa berinteraksi dengan sektor swasta. Dalam kondisi tertentu, pekerjaan yang tercipta dari program pemerintah belum tentu berarti jumlah pekerjaan dalam perekonomian secara keseluruhan meningkat dengan besaran yang sama.
Menurut penelitian Todd C. Neumann, Price V. Fishback, dan Shawn Kantor dalam Journal of Economic History, peningkatan belanja bantuan pekerjaan (work relief) pada era New Deal dikaitkan dengan penurunan pekerjaan swasta pada periode berikutnya, meskipun pendapatan bulanan pekerja swasta meningkat. Temuan tersebut memberikan bukti bahwa program pekerjaan pemerintah dapat memengaruhi kemampuan perusahaan swasta dalam merekrut tenaga kerja.
Namun, bukan berarti setiap stimulus pasti mengambil pekerjaan dari sektor swasta, lho. Penelitian tersebut membahas konteks Amerika Serikat pada era New Deal (yaitu periode tahun 1930-an ketika Presiden Franklin D. Roosevelt menjalankan berbagai program besar untuk memulihkan ekonomi AS dari Depresi Besar, termasuk proyek pekerjaan umum dan bantuan sosial), sehingga hasilnya gak bisa begitu saja diterapkan pada semua negara dan semua jenis stimulus. Poin pentingnya adalah pemerintah perlu memperhitungkan dampak programnya terhadap pasar kerja secara keseluruhan, bukan hanya menghitung berapa banyak posisi yang tercipta dari proyek pemerintah.
Stimulus pemerintah sebenarnya gak selalu gagal menciptakan lapangan kerja. Berbagai penelitian justru menunjukkan bahwa program tertentu, terutama bantuan kepada rumah tangga berpendapatan rendah dan investasi infrastruktur, dapat memberikan efek ekonomi yang cukup kuat.
Masalahnya, keberhasilan stimulus sangat bergantung pada jenis program, waktu pelaksanaan, cara dana dialokasikan, serta dampaknya terhadap sektor swasta. Jadi, kalau kamu melihat pemerintah menggelontorkan anggaran besar untuk menciptakan lapangan kerja, jangan hanya terpaku pada nominalnya karena yang lebih penting adalah seberapa efektif uang tersebut benar-benar menggerakkan ekonomi.
Di luar stimulus jangka pendek, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan juga penting. Analisis Mercatus Center menunjukkan adanya hubungan positif antara kebebasan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi, meskipun hubungan tersebut gak bisa dianggap sebagai bukti sebab-akibat secara langsung.
Penelitian John A. Dove dan Daniel Sutter juga menemukan bahwa negara bagian AS yang lebih banyak menggunakan insentif pembangunan yang ditargetkan cenderung memiliki tingkat kebebasan ekonomi yang lebih rendah. Karena itu, kebijakan penciptaan lapangan kerja sebaiknya bukan hanya mengandalkan suntikan dana sementara, tapi juga menciptakan kondisi yang membuat bisnis lebih mudah tumbuh dan merekrut pekerja.