- Bath Thailand menguat 0,23 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen
- Yuan China menguat 0,03 persen
- Rupee India melemah 0,20 persen
- Pesso Filipina melemah 0,11 persen
- Won Korea melemah 0,43 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,10 persen
Aliran Modal Asing Sentuh Rp1,44 Triliun di Pekan Pertama Januari 2026

- Aliran modal asing masuk ke pasar saham dan SRBI sebesar Rp3,85 triliun
- Premi risiko naik ke 69,57 basis poin, membuat investor cenderung menjual aset berisiko
- Rupiah melemah hingga Rp16.819 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan Indonesia sebesar Rp1,44 triliun pada pekan pertama Januari 2026 periode transaksi 5–8 Januari 2026.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aliran modal asing masuk bersih terjadi di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp1,78 triliun dan Rp1,04 triliun. Namun, pada saat yang sama terdapat aliran modal asing keluar bersih dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,38 triliun.
"Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan pasar keuangan domestik membukukan aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp1,44 triliun selama periode tersebut," kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (10/1/2026).
1. Sejak 1-8 Januari, aliran modal asing masuk di pasar saham Rp3,85 triliun

Sementara itu, sejak awal tahun hingga 8 Januari 2026, aliran modal asing masuk bersih tercatat di pasar saham sebesar Rp3,85 triliun. Sedangkan di SBN mencapai Rp3,23 triliun.
Sementara di SRBI mencatat aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp260 miliar.
2. Premi risiko naik ke 69,57

Dari sisi risiko, premi credit default swaps (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat meningkat dari 67,62 basis poin (bps) pada 2 Januari 2026 menjadi 69,57 bps pada 8 Januari 2026.
Ketika CDS meningkat, premi risiko yang diharapkan investor untuk menahan aset Indonesia turut meningkat. Alhasil, investor akan cenderung menjual atau mengurangi kepemilikan aset-aset berisiko seperti saham dan obligasi pemerintah.
3. Rupiah melemah terhadap dolar AS hingga akhir perdagangan Jumat

Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan, Jumat (9/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.819 per dolar AS per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 21 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara mata uang di Asia bergerak variatif, dengan rincian:


















