Real World Assets (RWA) adalah aset dunia nyata seperti obligasi, saham, properti, atau surat utang yang dibuat dalam bentuk token di blockchain. Dengan cara ini, aset yang biasanya diperdagangkan melalui sistem keuangan tradisional dapat digunakan dalam ekosistem digital. Perkembangan RWA membuat sejumlah proyek kripto yang menyediakan teknologi untuk tokenisasi aset mulai mendapat perhatian investor.
5 Altcoin Real World Assets yang Paling Banyak Dilirik Whale

- RWA menokenisasi aset seperti obligasi, saham, properti, dan surat utang ke blockchain, sehingga proyek penyedia data, jaringan, serta infrastruktur institusional menarik perhatian investor besar.
- Chainlink mendukung data aset dunia nyata; Ondo menawarkan Treasury AS tertokenisasi; Avalanche menyediakan jaringan institusional beraturan, termasuk KYC, untuk proyek tokenisasi.
- Stellar mencatat nilai RWA tertokenisasi melampaui US$2 miliar pada kuartal I 2026, sementara Hedera mengembangkan distribusi pembayaran sekuritas tertokenisasi secara real-time.
Beberapa altcoin memiliki peran penting dalam proses membawa aset dunia nyata ke blockchain, sehingga mulai menarik perhatian investor besar. Perannya beragam, mulai dari menyediakan data, jaringan untuk tokenisasi, hingga infrastruktur yang digunakan lembaga keuangan. Lantas, apa saja altcoin Real World Assets yang paling banyak dilirik whale?
1. Chainlink menjadi penghubung antara aset nyata dan blockchain

Chainlink (chain.link) Chainlink berperan sebagai penghubung antara data dari dunia nyata dan aplikasi yang berjalan di blockchain. Peran ini penting karena aset yang ditokenisasi tetap membutuhkan data seperti harga, nilai aset, atau informasi pasar agar dapat digunakan dengan benar. Karena itu, Chainlink menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung perkembangan tokenisasi aset.
Peran tersebut membuat LINK memiliki posisi yang cukup kuat dalam ekosistem RWA. Chainlink juga mengembangkan layanan untuk kebutuhan institusi yang ingin menggunakan teknologi blockchain dalam proses tokenisasi. Semakin banyak aset tradisional yang masuk ke blockchain, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur yang dapat menghubungkan data tersebut secara aman.
2. Ondo membawa obligasi pemerintah ke dunia blockchain

Ondo Finance (ondo.finance) Ondo Finance berfokus untuk membawa produk keuangan tradisional ke blockchain, terutama melalui aset seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat yang ditokenisasi. Produk seperti OUSG dan USDY memungkinkan pengguna mengakses aset yang menghasilkan imbal hasil melalui teknologi blockchain. Dengan pendekatan tersebut, Ondo menjadi salah satu proyek yang berada langsung di tengah perkembangan aset keuangan yang ditokenisasi.
Ondo juga menunjukkan bahwa tokenisasi tidak hanya menjadi konsep, tetapi juga mulai digunakan dalam produk keuangan nyata. Pada 2026, Ondo menyelesaikan uji coba penebusan Treasury yang ditokenisasi secara lintas negara bersama Kinexys by J.P. Morgan, Mastercard, dan Ripple. Perkembangan seperti ini membuat ONDO menarik untuk diperhatikan, meskipun pertumbuhan penggunaan produk tidak otomatis membuat harga token naik.
3. Avalanche menyediakan jaringan khusus untuk kebutuhan institusi

Avalanche (avax.network) Avalanche menarik perhatian di sektor RWA karena jaringannya dapat digunakan untuk membangun blockchain yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan lembaga keuangan. Melalui Avalanche Evergreen, institusi dapat mengatur siapa yang boleh menggunakan jaringan dan menerapkan aturan seperti KYC untuk menjaga kepatuhan. Pendekatan ini membuat Avalanche cocok untuk proyek keuangan yang membutuhkan kontrol dan aturan khusus.
Avalanche juga telah digunakan untuk berbagai proyek tokenisasi aset. Avalanche Foundation bahkan menyediakan inisiatif hingga US$50 juta untuk membeli aset yang ditokenisasi di jaringan Avalanche, menunjukkan besarnya perhatian terhadap sektor tersebut. Meski begitu, perkembangan RWA di jaringan Avalanche tidak berarti harga AVAX pasti mengikuti arah yang sama.
4. Stellar memperluas penggunaan blockchain untuk aset keuangan

Stellar (stellar.org) Stellar memiliki peran dalam RWA karena memungkinkan bank, perusahaan investasi, dan lembaga keuangan menerbitkan aset dalam bentuk digital di blockchain. Aset tersebut kemudian dapat dicatat, disimpan, dan dipindahkan secara lebih cepat melalui jaringan. Pendekatan ini membuat Stellar tidak hanya berkaitan dengan pembayaran, tetapi juga mulai digunakan untuk tokenisasi aset keuangan.
Perkembangan penggunaan RWA di Stellar juga cukup besar. Pada kuartal pertama 2026, nilai RWA yang ditokenisasi di jaringan tersebut telah melewati US$2 miliar, naik dari US$785 juta pada akhir 2025. Sejumlah institusi seperti U.S. Bank, Amundi, dan Société Générale juga tercatat mengembangkan aktivitas di jaringan Stellar.
5. Hedera mengincar tokenisasi aset untuk institusi

Hedera (x.com/hedera) Hedera menawarkan jaringan yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan dan lembaga keuangan yang ingin menggunakan teknologi blockchain. Jaringan ini dapat digunakan untuk membuat aset seperti obligasi, saham, dana investasi, dan aset lainnya dalam bentuk token digital. Hedera juga menekankan biaya yang dapat diprediksi dan fitur yang mendukung kebutuhan tokenisasi institusional.
Penggunaan Hedera dalam RWA juga mulai melibatkan perusahaan keuangan tradisional. Pada Juni 2026, Archax dan Hedera mengembangkan sistem yang memungkinkan pembayaran dari sekuritas yang ditokenisasi disalurkan secara real-time ke dompet investor. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana HBAR memiliki keterkaitan dengan upaya membawa layanan keuangan tradisional ke blockchain.
Kelima altcoin Real World Assets yang paling banyak dilirik whale memiliki peran berbeda dalam perkembangan RWA dan tidak semuanya merupakan token yang secara langsung mewakili aset dunia nyata. Karena itu, perhatian whale sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya alasan kita untuk membeli token. Kita tetap perlu mempertimbangkan penggunaan proyek, tokenomics, valuasi, hingga risiko pasar.




















