Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi Saat Guncangan Pasokan Melanda Ekonomi?
ilustrasi tiga pekerja wanita berseragam biru sedang menggulung handuk di sebuah pabrik tekstil (pexels.com/EqualStock IN)
  • Guncangan pasokan mengubah ketersediaan barang dan jasa akibat gangguan produksi atau distribusi.

  • Dampaknya dapat berupa kenaikan harga, inflasi, perlambatan ekonomi, atau penurunan biaya saat guncangan bersifat positif.

  • Embargo minyak 1970-an menunjukkan gangguan pasokan bisa menjadi kompleks ketika beriringan dengan kebijakan pemerintah dan melemahnya permintaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1970-an

Amerika Serikat mengalami stagflasi yang berkaitan dengan embargo minyak terhadap sejumlah negara Barat.

Oktober 1973

Harga minyak tercatat 2,90 dolar AS per barel sebelum embargo.

Januari 1974

Harga minyak melonjak menjadi 11,65 dolar AS per barel setelah pasokan minyak untuk pasar AS menurun signifikan.

setelah pandemik COVID-19

Gangguan rantai pasok menghambat pasokan berbagai produk di seluruh dunia dan berujung pada kenaikan harga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Guncangan pasokan mengubah ketersediaan barang dan jasa, sehingga dapat mengurangi pasokan, menaikkan harga, memicu inflasi, atau meningkatkan produksi.
  • Who?
    Pemerintah, produsen, konsumen, Federal Reserve, dan OAPEC disebut dalam pembahasan guncangan pasokan.
  • Where?
    Guncangan pasokan dapat terjadi dalam suatu perekonomian; contoh yang dibahas terjadi di Amerika Serikat.
  • When?
    Contoh guncangan pasokan dibahas pada 1970-an, termasuk embargo minyak pada Oktober 1973 dan Januari 1974.
  • Why?
    Bencana alam, konflik, perubahan kebijakan, kenaikan pajak dan upah, serta gangguan distribusi dapat menghambat produksi atau pasokan.
  • How?
    Gangguan produksi atau distribusi mengurangi barang yang tersedia dan dapat menaikkan biaya, sedangkan teknologi dapat meningkatkan produksi dan menurunkan biaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Guncangan pasokan terjadi saat barang dan jasa tiba-tiba sulit dibuat atau dikirim. Bencana, perang, pajak, dan perubahan aturan pemerintah bisa menyebabkannya. Barang yang tersedia bisa berkurang dan harganya naik. Teknologi juga bisa membuat produksi bertambah dan biaya turun. Pemerintah dapat memakai kebijakan untuk membantu mengatasi dampaknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Guncangan pasokan tidak selalu membawa dampak buruk bagi perekonomian. Perkembangan teknologi dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menurunkan biaya. Pemahaman terhadap sumber masalah juga membantu pemerintah dan otoritas terkait memilih instrumen kebijakan yang sesuai, karena langkah untuk memulihkan pasokan perlu mempertimbangkan kerusakan fasilitas, distribusi, dan insentif produsen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Guncangan pasokan (supply shock) merupakan peristiwa mendadak yang mengubah ketersediaan barang dan jasa dalam suatu perekonomian. Kondisi ini bisa terjadi akibat bencana alam, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan pemerintah yang mengganggu produksi maupun distribusi.

Dampaknya tidak selalu sama. Guncangan pasokan negatif dapat mengurangi ketersediaan barang dan mendorong kenaikan harga, sedangkan guncangan positif dapat meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya. Dalam kondisi tertentu, gangguan pasokan juga bisa memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi ketika guncangan pasokan melanda perekonomian?

1. Pasokan barang berkurang dan harga bisa naik

Ilustrasi minyak goreng di supermarket (IDN Times/Sunariyah)

Dilansir Investopedia, guncangan pasokan negatif terjadi ketika suatu peristiwa menghambat produksi atau distribusi barang dan jasa. Akibatnya, jumlah barang yang tersedia di pasar berkurang, sementara biaya produksi berpotensi meningkat.

Salah satu penyebabnya adalah bencana alam, seperti badai dan gempa bumi, yang dapat merusak fasilitas produksi maupun jalur distribusi. Perang juga bisa memicu kondisi serupa karena sumber daya dialihkan untuk mendukung kebutuhan perang, sementara pabrik dan jalur transportasi mengalami kerusakan.

Selain itu, kenaikan pajak dan upah tenaga kerja dapat meningkatkan biaya produksi. Ketika margin keuntungan menyusut, produsen yang kurang efisien berisiko menghentikan usahanya. Kondisi tersebut dapat semakin menekan jumlah barang yang diproduksi.

Sebaliknya, guncangan pasokan positif dapat terjadi ketika perkembangan teknologi meningkatkan hasil produksi dan menurunkan biaya. Artinya, guncangan pasokan tidak selalu berdampak buruk, karena pengaruhnya bergantung pada penyebab dan perubahan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi.

2. Krisis minyak 1970-an jadi contoh guncangan pasokan

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Salah satu contoh guncangan pasokan yang terkenal terjadi di Amerika Serikat (AS) pada 1970-an, ketika negara tersebut mengalami stagflasi, yakni kondisi ketika inflasi terjadi bersamaan dengan stagnasi ekonomi.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan embargo minyak yang diberlakukan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Arab atau Organization of Arab Petroleum Exporting Countries (OAPEC) terhadap sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

Meski proses produksi minyak tidak secara langsung berubah, embargo membuat pasokan minyak yang tersedia bagi pasar AS menurun signifikan. Dampaknya, harga minyak melonjak dari 2,90 dolar AS per barel sebelum embargo pada Oktober 1973 menjadi 11,65 dolar AS per barel pada Januari 1974.

Pemerintah AS kemudian menerapkan pengendalian harga minyak dan gas. Namun, kebijakan tersebut justru membuat produksi minyak tidak lagi menguntungkan bagi pemasok yang masih beroperasi.

Federal Reserve juga berupaya mendorong perekonomian melalui pelonggaran kebijakan moneter. Akan tetapi, peningkatan produksi riil tetap terhambat selama pembatasan pemerintah masih berlaku.

Peristiwa ini menunjukkan guncangan pasokan dapat menjadi semakin kompleks ketika terjadi bersamaan dengan kebijakan yang mengurangi insentif produksi dan melemahnya permintaan konsumen.

3. Apakah guncangan pasokan selalu memicu inflasi?

ilustrasi inflasi, ekonomi (vecteezy.com/Sutthiphong Chandaeng)

Guncangan pasokan tidak selalu menyebabkan inflasi. Sebab, gangguan pasokan umumnya hanya memengaruhi satu atau beberapa jenis barang. Sementara itu, inflasi merujuk pada kenaikan tingkat harga secara luas.

Meski demikian, guncangan pasokan dapat memicu inflasi apabila gangguan terjadi dalam skala besar dan memengaruhi banyak produk sekaligus. Salah satu contohnya adalah gangguan rantai pasok setelah pandemik COVID-19 yang menghambat pasokan berbagai produk di seluruh dunia dan berujung pada kenaikan harga.

Untuk mengatasi dampaknya, pemerintah dan otoritas terkait dapat menggunakan sejumlah instrumen kebijakan. Kebijakan moneter dapat diarahkan untuk mengendalikan inflasi atau mendorong pertumbuhan ekonomi, sedangkan kebijakan fiskal dapat digunakan untuk meningkatkan belanja pemerintah melalui tambahan pinjaman.

Pilihan lainnya mencakup devaluasi mata uang untuk meningkatkan daya saing ekspor serta perubahan kebijakan pajak yang memengaruhi pasokan barang dan jasa.

Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut bergantung pada sumber masalah yang dihadapi. Ketika produksi masih terhambat oleh kerusakan fasilitas, gangguan distribusi, atau pembatasan yang mengurangi insentif produsen, upaya mendorong permintaan saja belum tentu cukup untuk memulihkan pasokan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article