Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Merger BUMN Karya Bakal Molor dari Target, Ini Penyebabnya

Merger BUMN Karya Bakal Molor dari Target, Ini Penyebabnya
Kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). (dok. Waskita)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Konsolidasi tujuh BUMN karya dipastikan molor dari target Juni 2026 karena kompleksitas restrukturisasi yang tinggi dan perlu penyesuaian skenario tiap perusahaan.
  • Besarnya utang menjadi kendala utama, sehingga Danantara berencana menurunkan beban dengan melepas aset serta bisnis non-inti seperti fiber optic, SPAM, dan jalan tol.
  • Proses divestasi memerlukan waktu karena harus melalui KJPP, namun Dony Oskaria memastikan konsolidasi tetap ditargetkan rampung dalam tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Konsolidasi tujuh BUMN karya bakal molor dari target yang sebelumnya ditetapkan pada Juni 2026 mendatang. Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan proses konsolidasi BUMN karya sangat kompleks, sehingga membutuhkan waktu lebih.

“Tadi saya sampaikan ada yang komplikasinya banyak, dan ini harus satu-satu diulik, dan didesain skenario daripada restrukturisasinya,” kata Dony di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Adapun tujuh BUMN karya yang akan dikonsolidasi adalah sebagai berikut:

  1. PT Hutama Karya (Persero)
  2. PT Waskita Karya (Persero) Tbk
  3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
  4. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
  5. PT PP (Persero) Tbk
  6. PT Brantas Abipraya (Persero)
  7. PT Nindya Karya (Persero).

1. Utang BUMN karya terlalu besar

Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA). (dok. WIKA)
Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA). (dok. WIKA)

Dony mengatakan, salah satu persoalan yang ditemui ialah besarnya utang BUMN karya. Oleh sebab itu, Danantara berupaya menurunkan utang perusahaan dengan melepas aset-aset dan bisnis-bisnis yang tidak sesuai dengan inti-bisnisnya.

“Jadi beberapa yang non-related dengan bisnis mereka sebagai karya itu akan dilepas. Misalkan ada perusahaan karya yang punya fiber optic. Ada perusahaan karya yang punya SPAM. Ada perusahaan karya yang punya jalan tol, dan lain sebagainya. Ini akan kita divestasikan dulu,” tutur Dony.

2. Proses divestasi membutuhkan waktu

IMG_3267.jpeg
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony mengatakan, proses divestasi aset dan juga bisnis BUMN karya yang tidak sesuai inti-bisnisnya membutuhkan waktu, karena prosesnya harus dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Karena memang divestasi ini kan butuh waktu. Juga tentu ada KJPP,” tutur Dony.

Dony memastikan, proses divestasi aset BUMN karya dilakukan dengan perhitungan menyeluruh, sehingga tidak merugikan.

“Kita tidak boleh juga melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama sekali menurunkan kewajiban (utang) daripada karya-karya ini,” ujar Dony.

3. Tetap ditargetkan rampung tahun ini

Kantor Pusat PT PP (ptpp.co.id)
Kantor Pusat PT PP (ptpp.co.id)

Meski molor dari target pada Juni mendatang, Dony memastikan proses konsolidasi BUMN karya rampung tahun ini.

“Mungkin kita tetap masih berharap, tetapi kemungkinan besar itu akan mundur. Karena setelah saya lihat timeline-nya, yang pasti tahun ini akan selesai,” tutur Dony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More