Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Ada Utang Dolar, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Lanjut

Tak Ada Utang Dolar, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Lanjut
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)
Intinya Sih
  • Dony Oskaria menegaskan restrukturisasi utang BUMN karya tetap berjalan normal meski rupiah melemah, karena tidak ada utang dalam denominasi dolar AS.
  • Restrukturisasi menjadi langkah penting untuk melanjutkan konsolidasi tujuh BUMN karya, termasuk Hutama Karya, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.
  • Proses konsolidasi diperkirakan molor dari target Juni 2026 akibat berbagai komplikasi teknis, namun ditargetkan tetap rampung tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan proses restrukturisasi utang BUMN karya tetap berjalan seperti biasa.

Meski saat ini nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, Dony memastikan restrukturisasi tak terpengaruh. Sebab, BUMN karya tak punya utang dalam denominasi dolar AS.

“Biasa, tetap berjalan seperti biasa. Apalagi karya tidak ada denominasi US dollar kan,” tutur Dony saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh level terendah sepanjang masa, yakni Rp17.706 per dolar AS, pada Selasa pagi.

1. Masih sesuai target

Dony memastikan, proses restrukturisasi BUMN karya masih berjalan. Proses itu juga sesuai target yang ditentukan.

“Jadi enggak apa-apa, itu kan semua proses yang harus dijalani. Harus optimistis, tetap berjalan dengan baik sesuai dengan schedule,” ucap Dony.

2. Restrukturisasi BUMN karya harus diselesaikan buat lanjutkan konsolidasi

Proses restrukturisasi BUMN karya harus diselesaikan untuk melanjutkan proses konsolidasi. Setidaknya, ada tujuh BUMN karya yang direncanakan melakukan konsolidasi, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).

Pada 28 April 2026, Dony mengatakan ada banyak komplikasi yang ditemui dalam proses konsolidasi BUMN karya.

“Tadi saya sampaikan ada yang komplikasinya banyak, dan ini harus satu-satu diulik, dan didesain skenario daripada restrukturisasinya,” kata Dony di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat.

3. Proses konsolidasi molor

Dikarenakan komplikasi itu, merger BUMN karya diperkirakan bakal molor dari target yang sebelumnya ditetapkan pada Juni 2026.

“Mungkin kita tetap masih berharap, tetapi kemungkinan besar itu akan mundur. Karena setelah saya lihat timeline-nya, yang pasti tahun ini akan selesai,” tutur Dony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More