Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APBD DKI 2026: Pendapatan Tembus Rp29,29 T, Belanja Rp24,73 T
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Jakarta Budget Talks di Balai Kota, Rabu (22/7/2026). (Youtube.com/dkijakarta)
  • Pemprov DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan Rp29,29 triliun dan belanja Rp24,73 triliun hingga Juni 2026, dengan fokus mempercepat pembangunan serta pelayanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi.

  • Perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen yoy pada triwulan I 2026, didorong konsumsi masyarakat dan aktivitas usaha; mobilitas publik meningkat dengan 230,8 juta penumpang pada triwulan II.

  • Daya beli warga tetap stabil berkat inflasi terkendali di level 2,78 persen dan investasi semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp29,29 triliun hingga 30 Juni 2026 atau 41 persen dari target Rp71,45 triliun.

Pada periode yang sama, belanja daerah terealisasi Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu Rp74,28 triliun.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan kinerja APBD hingga Triwulan II 2026 tersebut menopang keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional. Pemprov DKI Jakarta juga terus mempercepat belanja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” ujar Gubernur Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

1. Penerimaan pembiayaan telah terealisasi Rp5,82 triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Jakarta Budget Talks di Balai Kota, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Selain pendapatan dan belanja daerah, penerimaan pembiayaan telah terealisasi Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu.

Percepatan pelaksanaan program juga terlihat dari 118.161 paket pengadaan yang telah diselesaikan hingga akhir triwulan II.

"Paket yang masih berproses terus dipantau dan dipercepat agar pembangunan berjalan tepat waktu," katanya

2. Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen yoy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Jakarta Budget Talks di Balai Kota, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono juga menyampaikan kinerja fiskal tersebut didukung perekonomian Jakarta yang tumbuh positif. Pada triwulan I-2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan optimisme pelaku ekonomi.

"Perdagangan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, diikuti jasa keuangan dan industri pengolahan," katanya.

2. Indeks kepercayaan konsumen dan mobilitas tinggi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Jakarta Budget Talks di Balai Kota, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kepercayaan konsumen juga tetap tinggi. Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas masyarakat melalui transportasi publik turut menunjukkan peningkatan. Pada triwulan II 2026, jumlah pengguna transportasi umum mencapai 230,8 juta penumpang atau tumbuh 9,70 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik, menghadirkan berbagai kegiatan yang menggerakkan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ucap Pramono.

3. Stabilitas daya beli ditopang inflasi Jakarta yang terkendali

Ilustrasi Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Stabilitas daya beli ditopang inflasi Jakarta yang terkendali. Pada Juni 2026, inflasi tercatat 2,78 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Kondisi tersebut didukung kebijakan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik secara konsisten.

"Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai tujuan investasi terbesar di Indonesia. Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article