Jakarta, IDN Times - Dunia usaha berharap Kementerian Keuangan di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara tetap menjaga kredibilitas dan kesehatan fiskal, tanpa mengurangi peran APBN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, APBN perlu dikelola secara prudent dan berkelanjutan. Namun, pada saat yang sama, APBN juga harus efektif dalam menjaga daya beli, mendorong investasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat sektor riil.
"Bagi pelaku usaha, predictability juga menjadi sangat penting, terutama terkait kebijakan perpajakan, kepabeanan, insentif investasi, belanja pemerintah, serta berbagai kebijakan fiskal yang berdampak langsung terhadap biaya dan keputusan bisnis," ujar Shinta kepada IDN Times, Rabu (16/9/2026).
