Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BTN Cetak Laba Rp2,71 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 35,89 Persen!

2 min read
BTN Cetak Laba Rp2,71 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 35,89 Persen!
Menara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN di Kuningan, Jakarta Selatan. (dok. BTN)
  • BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026, naik 35,89 persen secara tahunan dari Rp1,99 triliun.
  • Kredit dan pembiayaan konsolidasian tumbuh 14,98 persen menjadi Rp431,6 triliun, sementara total aset naik 16,60 persen menjadi Rp561,84 triliun.
  • DPK BTN termasuk BSN meningkat 11,11 persen menjadi Rp446,06 triliun, sementara beban bunga turun 8,21 persen menjadi Rp11,28 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat 35,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

  1. 1. Penyaluran kredit tumbuh 14,98 persen

    IMG_5252.jpeg
    Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasian yang mencapai Rp431,6 triliun atau tumbuh 14,98 persen (yoy) dari Rp375,38 triliun pada Agustus 2025. Total aset konsolidasian juga tumbuh 16,60 persen (yoy) menjadi Rp561,84 triliun dari Rp481,85 triliun.

    Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut memperbesar kapasitas BTN untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.

    "Pertumbuhan ini memberikan ruang bagi BTN untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan, tidak hanya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan," kata Nixon dikutip Rabu, (16/9/2026).

  2. 2. DPK tumbuh 11 persen

    f5cf2b6a-ac57-459b-a18e-87d432a2d365.jpeg
    Layanan perbankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). (dok. BTN)

    Ekspansi kredit dan pembiayaan ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, DPK konsolidasian BTN termasuk BSN mencapai Rp446,06 triliun, tumbuh 11,11 persen (yoy) dibandingkan Rp401,45 triliun pada Agustus 2025.

    DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun, dan deposito Rp225,05 triliun.

  3. 3. Efisiensi biaya pendanaan terjaga

    PHOTO-2026-04-01-13-54-22.jpeg
    Perumahan KPR subsidi. (dok. BTN)

    Pada saat yang sama, BTN mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Beban bunga konsolidasian hingga Agustus 2026 turun 8,21 persen (yoy) menjadi Rp11,28 triliun, dibandingkan sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga di tengah ekspansi intermediasi turut menopang pertumbuhan laba BTN.

    "Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta terus memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN. Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar," kata Nixon.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More