Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apindo: Pasar Butuh Kepastian Transisi Usai Perry Warjiyo Mundur

Apindo: Pasar Butuh Kepastian Transisi Usai Perry Warjiyo Mundur
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani dalam Pra Rakerkonas. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Apindo menilai kepastian transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mundur penting untuk menjaga kepercayaan dunia usaha dan pasar di tengah ketidakpastian global.
  • Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI dinilai mendukung kelanjutan kebijakan, tetapi pelaku usaha tetap menunggu kepastian penetapan pemimpin definitif.
  • Dunia usaha menekankan kesinambungan kebijakan moneter, terutama stabilitas rupiah dan inflasi, karena pelaku industri serta investor akan menilai arah kebijakan BI berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai, hal terpenting setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) adalah kepastian proses transisi kepemimpinan.

Menurutnya, kejelasan tersebut dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha dan pasar di tengah tingginya ketidakpastian global.

Shinta mengatakan, Apindo menghormati keputusan Perry untuk mengundurkan diri dan mengapresiasi kontribusinya selama memimpin bank sentral.

"Kalau soal pengunduran diri Gubernur BI, tentu kita menghormati. Itu hak setiap orang untuk mengundurkan diri. Kita juga mengapresiasi apa yang selama ini dilakukan Pak Perry dan tentunya menghormati keputusannya," ujar Shinta dalam Agenda Pra Rakerkonas, Selasa (28/7/2026).

1. Dunia usaha tunggu proses transisi kepemimpinan BI

IMG-20260728-WA0018.jpg
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani dalam Pra Rakerkonas. (IDN Times/Triyan).

Namun, menurut Shinta, fokus kini beralih pada bagaimana pemerintah memastikan proses transisi berjalan cepat dan memberikan kepastian kepada pasar.

"Yang penting sekarang adalah kita masih wait and see karena perlu kepastian. Bagaimana proses transisinya, itu yang menjadi perhatian," kata dia.

2. Kepastian pemimpin definitif diperlukan

Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Destry Damayanti dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia BI, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Destry Damayanti dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia BI, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Bank Indonesia)

Shinta menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia bisa memberikan keyakinan bahwa arah kebijakan BI akan tetap berlanjut. Meski demikian, kepastian mengenai kepemimpinan definitif tetap diperlukan.

"Kalau sementara dari Bu Destry, kita sudah tahu kinerjanya. Beliau pasti melanjutkan apa yang sudah dilakukan saat ini, jadi kita tidak perlu khawatir. Namun, dengan kondisi yang ada, tentu perlu kepastian yang lebih cepat," tuturnya.

3. Kesinambungan kebijakan moneter diperlukan dunia usaha

Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia

Menurut Shinta, kesinambungan kebijakan moneter sangat penting bagi dunia usaha untuk menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk dinamika perdagangan internasasional. Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, kata dia, merupakan faktor yang selama ini menjadi perhatian utama pelaku usaha maupun investor.

"Pelaku industri tentu berkaitan langsung dengan stabilitas tersebut, sementara pelaku pasar kemungkinan akan melakukan reassessment untuk melihat seperti apa arah kebijakan ke depan," ujar Shinta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More