Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apple Berencana Naikkan Harga Produk Imbas Kelangkaan Chip Global

Apple Berencana Naikkan Harga Produk Imbas Kelangkaan Chip Global
Logo Apple (unsplash.com/Bangyu Wang)
Intinya Sih
  • Apple resmi umumkan restrukturisasi harga global akibat lonjakan biaya produksi dan kelangkaan chip memori yang dipicu meningkatnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan.
  • Harga lini produk seperti iPhone 18 Pro, Mac, dan iPad diproyeksikan naik signifikan, seiring langkah Apple menyesuaikan struktur biaya untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
  • Menjelang pergantian kepemimpinan ke John Ternus, Apple memilih mendukung produsen chip eksternal ketimbang membangun pabrik sendiri guna menghadapi pasokan terbatas hingga setidaknya tahun 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Apple berencana menyesuaikan harga jual produk-produknya di pasar internasional dalam waktu dekat. Manajemen perusahaan secara resmi mengumumkan kebijakan restrukturisasi harga ini pada Rabu (17/6/2026).

Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap peningkatan biaya produksi dari rantai pasok global. Apple saat ini sedang merumuskan skema harga baru guna menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah kelangkaan komponen.

1. Dampak tingginya permintaan chip dari pusat data kecerdasan buatan

ilustrasi semikonduktor (unsplash.com/Vishnu Mohanan)
ilustrasi semikonduktor (unsplash.com/Vishnu Mohanan)

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu tingginya permintaan terhadap chip memori secara global. Perusahaan teknologi seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft terus berkompetisi mengamankan pasokan komponen untuk kebutuhan infrastruktur mereka.

Tahun ini, alokasi dana gabungan untuk pembangunan infrastruktur pusat data AI diperkirakan mencapai 700 miliar dolar AS (Rp12,46 kuadriliun). Tingginya serapan pasar dari sektor tersebut membatasi ketersediaan komponen penyimpanan data untuk perangkat elektronik konsumen. Kondisi persaingan ini mendorong kenaikan harga bahan baku chip DRAM dan NAND. Keterbatasan pasokan di pasar akhirnya menyulitkan pihak pabrikan untuk mempertahankan struktur harga lama produk mereka.

"Ada lebih sedikit pasokan di saat konsumen menginginkan perangkat dan produsen memori membebankan kenaikan harga yang sangat besar," ujar Chief Executive Officer Apple, Tim Cook, dilansir The Apple Post.

2. Proyeksi penyesuaian harga ponsel pintar dan komputer

Ilustrasi Chip Semikonduktor by AI
Ilustrasi Chip Semikonduktor by AI

Penyesuaian biaya produksi diproyeksikan berdampak pada peluncuran gawai Apple mendatang, termasuk lini iPhone 18 Pro. Berdasarkan laporan lembaga riset TechInsights, harga jual ponsel pintar premium ini diperkirakan naik sekitar 270 dolar AS (Rp4,8 juta) per unit.

Penyesuaian harga ini juga berpotensi diterapkan pada lini produk Mac dan iPad. Sebagai langkah awal, Apple telah menaikkan harga dasar perangkat Mac mini dengan menghapus varian spesifikasi terendah dari katalog penjualannya.

Tren serupa juga dilakukan oleh kompetitor industri lain, seperti Microsoft, yang menyesuaikan harga laptop terbarunya akibat krisis chip. Apple menyatakan tetap berusaha meminimalkan beban harga yang ditanggung oleh konsumen.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari," kata Tim Cook.

3. Strategi pasokan jelang pergantian kepemimpinan perusahaan

Dalam merespons keterbatasan komponen, Apple memutuskan untuk tidak membangun pabrik manufaktur chip penyimpanan secara mandiri. Perusahaan lebih memilih mengalokasikan dana cadangan tunai guna membantu para produsen memperluas kapasitas produksinya.

Kebijakan ini diambil agar fokus perusahaan tetap pada keahlian utama mereka di bidang desain perangkat lunak dan keras. Di sisi lain, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memprediksi harga chip memori akan tetap tinggi hingga tahun 2028.

Tantangan rantai pasok ini menjadi fokus utama manajemen menjelang pergantian kepemimpinan kepada John Ternus pada bulan September mendatang. Ketidakstabilan harga komoditas komponen dinilai sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri gawai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More