Jakarta, IDN Times – Militer Amerika Serikat (AS) memimpin pengamanan koridor khusus di Selat Hormuz demi menjaga kelancaran lalu lintas tanker minyak mentah. Sejak awal Mei 2026, operasi pengawalan ini sukses mengamankan pengiriman lebih dari 660 juta barel minyak mentah dan mendukung pelayaran sekitar 1.300 kapal komersial.
Juru bicara Central Command (CENTCOM), Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa sejumlah jalur pelayaran utama masih aman dilalui armada kapal dagang.
"Beberapa rute tetap bebas dan terbuka untuk transit komersial," ujar Hawkins pada Kamis (20/8/2026), dikutip CNBC.
Catatan CENTCOM menunjukkan setidaknya 160 juta barel atau rata-rata di atas 7 juta barel per hari berhasil melintasi selat dalam tiga pekan terakhir, walau angka ini masih di bawah volume pra-perang yang menembus 20 juta barel per hari.
