Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Siapkan Perang Besar, Rupiah Amblas ke Rp17.845 per Dolar AS

AS Siapkan Perang Besar, Rupiah Amblas ke Rp17.845 per Dolar AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.845 per dolar AS akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar global.
  • Kebijakan The Fed yang kembali fokus pada pengendalian inflasi membuat dolar AS menguat, memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah di pasar keuangan.
  • Analis memprediksi pelemahan rupiah berlanjut pada perdagangan Jumat, dengan potensi mendekati level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali babak belur pada penutupan perdagangan Kamis (28/5/2026) sore.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 44,50 poin atau sebesar 0,25 persen ke level Rp17.845,5 per dolar AS. Rupiah sudah melemah sejak awal perdagangan.

1. Tensi militer memuncak bikin rupiah babak belur

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah setelah militer AS melancarkan serangan ke instalasi di Iran Selatan. Itu memicu kekhawatiran karena berpotensi mendapat balasan setimpal dari pasukan Iran.

Tidak hanya itu, dalam rapat di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump turut mengancam akan menyerang Oman karena negara tersebut bertindak sebagai negosiator yang mendukung kebijakan perdamaian antara AS dan Iran.

"Nah di sisi lain pun juga Amerika sedang mempersiapkan perang skala besar dengan Iran menurut data intelijen dari Rusia. Bahkan Amerika akan menggunakan milisi ISIS di Suriah untuk melakukan penyerangan terhadap Iran," kata Ibrahim.

Kapal-kapal perang canggih milik AS juga dilaporkan telah mendarat di Israel. Situasi itu mengindikasikan jeda waktu gencatan senjata sengaja dimanfaatkan oleh AS dan Israel demi memperkuat posisi pertahanan sebelum melancarkan serangan besar-besaran.

2. Fokus inflasi Bank Sentral AS bikin dolar lompat tinggi

Sentimen negatif bagi rupiah juga datang dari kebijakan moneter di AS. Presiden The Fed wilayah Minneapolis, Neel Kashkari menegaskan, fokus utama bank sentral saat ini telah bergeser kembali pada penanganan inflasi yang tinggi, ketimbang mengkhawatirkan kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk.

Pergeseran fokus langsung memicu respons dari para pelaku pasar. Berdasarkan survei terbaru, sebanyak 52,3 persen ekonom memproyeksikan bahwa The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi hingga akhir tahun, bahkan terbuka peluang untuk menaikkannya satu kali lagi.

"Indikasi ini yang membuat dolar kembali terjadi gap up ya. Pembukaan pasar tadi jam 6 pagi dolar terjadi gap up kenaikan yang cukup signifikan," ujar Ibrahim.

3. Rupiah diproyeksi makin melemah pada Jumat

Setelah resmi menyudahi perdagangan sore ini di level Rp17.845 per dolar AS, posisi mata uang Garuda dinilai masih sangat rawan.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan melanjutkan tren pelemahannya dan diperkirakan bakal terus bergerak ambles hingga mendekati level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More