Jakarta, IDN Times - Ketertelusuran atau traceability menjadi isu krusial dalam industri kelapa sawit Indonesia. Selain untuk menjaga akses pasar global, aspek ini juga penting dalam memperkuat tata kelola industri yang berkelanjutan.
Strategic Advisor CECT Sustainability Universitas Trisakti, Windrawan Inantha menilai tekanan global khususnya dari Uni Eropa melalui kebijakan EU Deforestation Regulation (EUDR) mendorong industri sawit untuk memastikan produknya bebas dari deforestasi. Artinya, perjalanan produk harus bisa dilacak dari rak supermarket hingga ke kebun asal.
“Traceability sawit hari ini lebih banyak lahir dari tekanan akses pasar dan tata kelola global daripada dorongan konsumen domestik,” ujar dia di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Menurut Windrawan, Uni Eropa kini tidak sekadar menjadi pembeli, tetapi juga penentu arah industri sawit global. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia, mengingat pasar domestik selama ini belum menuntut transparansi asal-usul produk sawit.
Lalu, apa saja tantangan dan solusi yang bisa dilakukan? Berikut tiga poin pentingnya:
