Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Tak Masalah Diejek Presiden Sawit: Saya Bangga

Prabowo Tak Masalah Diejek Presiden Sawit: Saya Bangga
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo bangga dijuluki 'Presiden Sawit' karena menilai kelapa sawit sebagai kunci kemandirian energi nasional dan sumber bahan bakar alternatif bagi Indonesia.
  • Prabowo mengingatkan potensi ancaman penutupan Selat Hormuz yang bisa memicu lonjakan harga minyak hingga 200 dolar AS per barel, sehingga masyarakat diminta menghemat konsumsi BBM.
  • Sebagai langkah antisipasi krisis energi, Prabowo menegaskan batu bara masih menjadi pilihan termurah dan cepat untuk menjaga pasokan listrik nasional meski berdampak pada lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak keberatan meski mendapat ejekan sebagai "Presiden Sawit". Dia justru bangga memimpin negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia karena komoditas tersebut menjadi kunci kemandirian energi nasional.

Prabowo menjelaskan kelapa sawit bisa diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar. Hal itu saat mengudang jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Kamis (19/3/2026).

"Kita punya keunggulan, maaf saya diejek kan ini presiden sawit, ya saya bangga saya jadi presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar. Dari kelapa sawit kita bisa menghasilkan solar, dari kelapa sawit bisa bensin juga, avtur dari kelapa sawit. Jadi we are in a better position than many countries," katanya.

1. Waspada ancaman penutupan Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak

Ilustrasi Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand)

Prabowo meminta untuk tetap waspada dalam setahun ke depan. Dia mengimbau semua pihak untuk mulai mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Ya kita harus siap kemungkinan paling jelek karena ya Iran kan dia mau membela diri. Cara dia bela diri ya dia harus tutup Hormuz. Dan dia harus membuat istilahnya negara yang nyerang dia menyesal dan target dia ya BBM, crude oil 200 dolar. Dia ngomong begitu kok," ujarnya.

2. Harga minyak di atas 95 dolar AS bebani ekonomi nasional

Ilustrasi harga minyak naik
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Saat ini, harga minyak dunia terpantau masih berfluktuasi di kisaran 100 hingga 112 dolar AS per barel. Berdasarkan kajian dari tim pakarnya, Prabowo menyebutkan jika harga minyak mentah bertahan di atas level 90 hingga 95 dolar AS per barel, beban yang ditanggung Indonesia akan semakin berat.

"Bagi kita berat kalau memang benar kalau di atas, kalau pakar-pakar yang tim saya mengatakan kalau di atas 90, 95 itu berat bagi kita," kata dia.

3. Batu bara jadi solusi alternatif di tengah krisis

Ilustrasi tambang batu bara
Ilustrasi tambang batu bara (unsplash.com/Artyom Korshunov)

Sebagai langkah antisipasi, Prabowo mengingatkan Indonesia juga masih memiliki cadangan batu bara yang melimpah. Dia menilai batu bara sejauh ini masih menjadi sumber energi termurah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional secara cepat.

"Kita punya batu bara yang masih banyak, batu bara untuk listrik itu paling murah sebetulnya, batu bara lebih murah. Lingkungan buruk tapi namanya krisis kan," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More