Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Usai laporan tersebut dirilis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan.
Berdasarkan data IDX Mobile, pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 10,88 poin atau 0,18 persen ke level 6.161,46. Di menit ke-10 perdagangan, IHSG masih melemah 4,15 poin atau 0,07 persen ke level 6.168,19.
Menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, indikasi perdagangan terkoordinasi yang disoroti MSCI mengurangi kualitas price discovery pasar yang sebenarnya.
Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, sikap MSCI mempertahankan Indonesia di status negara berkembang tidak memunculkan kejutan negatif. Sebab, dari 18 ukuran, hanya information flow yang turun, dan aspek lain tetap stabil.
Mirae Asset Sekuritas menilai aspek fundamental pasar modal Indonesia masih kuat sejak awak tahun.
Di sisi lain, Indonesia dinilai tetap unggul dalam aspek kepemilikan asing (foreign ownership), bahkan di atas China dan India.
“Selain itu, Indonesia memiliki 11 saham yang memenuhi kriteria size dan likuiditas, jauh di atas syarat minimum 1 saham,” tulis Mirae.