Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cadangan Devisa RI Susut Jadi 145 Miliar Dolar AS, BI Jamin Masih Aman

Cadangan Devisa RI Susut Jadi 145 Miliar Dolar AS, BI Jamin Masih Aman
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (Tangkapn layar)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Cadangan devisa Indonesia turun dari sekitar 156 miliar dolar AS menjadi sekitar 145 miliar dolar AS sepanjang 2026.
  • BI menyatakan posisi 145 miliar dolar AS masih setara pembiayaan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
  • Penempatan DHE SDA di perbankan domestik tidak otomatis menjadi cadangan devisa BI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti buka suara terkait posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia yang mengalami penurunan sepanjang 2026.

Cadev RI turun dari posisi tertinggi sekitar 156 miliar dolar AS menjadi sekitar 145 miliar dolar AS. Dengan kata lain, cadangan devisa Indonesia turun sebanyak 11 miliar dolar AS.

"Posisi cadev kita tertinggi di 2026 itu sekitar 156 miliar dolar AS. Sekarang ini posisinya 145 miliar dolar. Nah, jadi teman-teman bisa membayangkan itulah kurang lebih pengurangan dari cadev kita," kata dia dalam konferensi pers KSSK, dikutip Selasa (4/8/2026).

1. Cadev terpakai untuk stabilkan rupiah dan pembayaran utang

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Destry menjelaskan, sebagian dana pemerintah juga berada di Bank Indonesia. Karena itu, pembayaran kewajiban luar negeri pemerintah turut mempengaruhi posisi cadangan devisa. Cadev juga digunakan untuk intervensi pasar valas dalam menjaga rupiah

"Termasuk itu untuk stabilisasi dan juga pembayaran utang luar negeri, khususnya dari pemerintah karena dana pemerintah kan juga ada di Bank Indonesia," ujar dia.

2. BI sebut cadangan devisa RI masih di level aman

Cadangan Devisa RI Susut Jadi 145 Miliar Dolar AS, BI Jamin Masih Aman
Ilustrasi Kantor Bank Indonesia. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Meski mengalami penyusutan, Destry menilai posisi cadev Indonesia masih pada level aman. Cadangan devisa sebesar 145 miliar dolar AS disebut setara dengan kemampuan pembiayaan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut masih berada di atas standar internasional yang berkisar tiga bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Itu masih relatif aman karena masih sekitar 5,4 bulan kali impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sementara threshold ataupun benchmarking di internasional itu adalah 3 bulan, 3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," tuturnya.

3. DHE SDA tak otomatis tambah cadangan devisa BI

Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, pemerintah mulai menerapkan kewajiban penempatan 100 persen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di sistem keuangan domestik sejak Senin (1/6/2026). Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat ketersediaan dolar AS di dalam negeri dan menjaga likuiditas pasar valuta asing.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kebijakan DHE SDA perlu dipahami berbeda dengan cadangan devisa BI. Menurut dia, dolar AS yang ditempatkan eksportir dalam rekening khusus di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap menjadi milik eksportir. Dana tersebut tidak otomatis masuk sebagai cadangan devisa BI.

"Dana itu memang tetap berada di dalam negeri dan bisa dimanfaatkan oleh perbankan, tetapi tidak otomatis menjadi cadangan devisa BI maupun langsung masuk ke pasar untuk menopang rupiah," kata Yusuf kepada IDN Times, Senin (1/6/2026).

Dia menjelaskan, penempatan DHE SDA dapat membantu memperkuat likuiditas dolar di sistem perbankan domestik, tetapi dampaknya terhadap nilai tukar rupiah bergantung pada bagaimana dana tersebut digunakan dalam sistem keuangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More