Ekonomi RI Diprediksi Melambat, Rupiah Melemah ke Rp18.027 per Dolar

- Rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen ke Rp18.027 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa sore.
- Pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data PDB kuartal kedua karena pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat.
- Perdagangan Rabu diperkirakan fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp18.030 hingga Rp18.080 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026) sore.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp18.027 per dolar AS. Angka tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
1. Investor menantikan data pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan sikap hati-hati masih mewarnai pasar menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) atau total nilai produksi ekonomi kuartal kedua pada hari Rabu (5/8/2026). Hal itu terjadi karena pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan lonjakan 5,6 persen pada kuartal sebelumnya.
Dia menyinggung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akan melambat, diperkirakan berada di bawah 5,6 persen, namun tidak jauh dari angka 5,4 persen.
"Sikap hati-hati juga masih mewarnai pasar menjelang rilis data PDB kuartal kedua pada hari Rabu, mengingat pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat," kata Ibrahim.
2. Nilai tukar rupiah juga dipengaruhi data manufaktur AS
Dari sisi ekonomi internasional, Ibrahim menuturkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS, yakni indikator kesehatan sektor industri pengolahan mengalami kenaikan pada Juli dari posisi 53,3 menjadi 55,6, sekaligus melampaui perkiraan awal di level 54.
Laporan tersebut mencerminkan adanya permintaan yang berkelanjutan, kejelasan kebijakan tarif, serta hilangnya gangguan pasokan akibat Perang Teluk, yang pada akhirnya mendorong peningkatan permintaan tenaga kerja.
"Fokus pasar hari ini adalah oleh laporan Lowongan Kerja JOLTS yang akan dirilis nanti malam pukul 21.00 WIB, dengan fokus pasar minggu ini adalah Data Ketenagakerjaan Non-Pertanian (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat," tuturnya.
3. Rupiah diproyeksikan masih lanjut melemah pada perdagangan Rabu
Ibrahim menyampaikan sebelum ditutup melemah 30 poin di level Rp18.027 sore ini, mata uang Garuda sempat tertekan lebih dalam hingga merosot 45 poin dari level penutupan sebelumnya.
Sementara itu, untuk perdagangan Rabu (5/8/2026), pergerakan mata uang rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif namun berpotensi kembali ditutup melemah dalam kisaran rentang Rp18.030 hingga Rp18.080 per dolar AS.


















