Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga avtur akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada lonjakan biaya angkut (freight cost), baik untuk penumpang maupun kargo.
Menurutnya, tekanan biaya tersebut semakin memperberat struktur ongkos logistik di Indonesia yang sejak awal sudah tergolong tinggi, bahkan sebelum terjadinya gejolak harga minyak dunia.
“Kalau kita jujur, jangankan karena sudah ada perang. Tidak ada perang pun biaya penerbangan kita, biaya penumpang penerbangan di dalam negeri masih yang tertinggi di dunia. Nah ini yang perlu dievaluasi sebenarnya,” ujar Akbar di Kemenko Perekonomian, Kamis (9/4/2026).
