- Harga emas 0,5 gram: Rp1.552.000.
- Harga emas 1 gram: Rp3.004.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.958.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.919.000.
- Harga emas 5 gram: Rp14.835.000.
- Harga emas 10 gram: Rp29.590.000.
- Harga emas 25 gram: Rp73.810.000.
- Harga emas 50 gram: Rp147.455.000.
- Harga emas 100 gram: Rp294.760.000.
- Harga emas 250 gram: Rp736.590.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.472.900.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.944.600.000.
Awal Pekan, Harga Emas Antam Merosot!

- Harga emas Antam turun signifikan sebesar Rp55 ribu menjadi Rp3.004.000 per gram pada awal pekan ini, mencerminkan pelemahan pasar logam mulia domestik.
- Harga buyback emas juga ikut merosot ke Rp2.757.000 per gram, sementara tarif pajak PPh 22 tetap berlaku berbeda bagi pemegang dan nonpemegang NPWP.
- Pakar keuangan menilai emas fisik tergolong investasi berisiko rendah namun tetap memiliki potensi kehilangan tinggi, sehingga perlu pemahaman risiko dan imbal hasil yang seimbang.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Senin (9/3/2026) mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas hari ini turun Rp55 ribu menjadi Rp3.004.000 per gram.
1. Harga buyback juga anjlok
Begitu juga dengan harga buyback emas hari ini, mengalami penurunan cukup signifikan, yakni Rp55 ribu menjadi Rp2.757.000 per gram.
Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
2. Harga emas Antam dalam pecahan lain
Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
3. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.
Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.
Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.


















