Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mulai Rp5 Juta, Masyarakat Bisa Investasi Proyek Infrastruktur

Mulai Rp5 Juta, Masyarakat Bisa Investasi Proyek Infrastruktur
Perilisan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) senilai indikatif Rp300 miliar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pendanaan pembangunan nasional berkelanjutan.
  • Penerbitan ORIS dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, memastikan dana investor dialokasikan ke proyek infrastruktur yang telah melalui penilaian risiko finansial dan sosial-lingkungan secara ketat.
  • ORIS ditawarkan mulai Rp5 juta dengan tenor 1 dan 3 tahun, kupon masing-masing 5,60% serta 6,05%, guna mendorong literasi investasi dan rasa memiliki terhadap pembangunan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS), bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan mencapai Rp300 miliar.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyatakan peluncuran ORIS merupakan langkah strategis untuk memperluas basis investor domestik. Dia menyebut instrumen ini sebagai bentuk transformasi PT SMI menjadi lembaga pembiayaan pembangunan (DFI) yang lebih inklusif dengan membuka akses bagi masyarakat luas untuk terlibat langsung dalam pendanaan nasional.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Reynaldi di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (9/3/2026).

1. Jamin pengelolaan risiko yang ketat

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menegaskan penerbitan obligasi ritel tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat. Dia menjelaskan seluruh dana yang dihimpun bakal dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melewati penilaian risiko ketat, mulai dari aspek finansial hingga dampak sosial-lingkungan.

Pradana menjamin investor ritel akan mendapatkan instrumen dengan profil risiko yang terukur serta pengelolaan yang akuntabel. Hal itu bertujuan agar setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan jangka panjang.

"Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata,” ujar Pradana.

2. Dorong literasi dan rasa memiliki terhadap pembangunan

Ilustrasi pembangunan infrastruktur (unplash.com/Scott Blake)
Ilustrasi pembangunan infrastruktur (unplash.com/Scott Blake)

Senada, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menambahkan bahwa ORIS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi pada penyediaan layanan dasar dan konektivitas wilayah.

Dia berharap keterlibatan publik dalam instrumen ini dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan nasional serta memperkuat literasi investasi di dalam negeri.

"Ketika masyarakat berpartisipasi melalui ORIS, di situlah tumbuh rasa memiliki terhadap pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat literasi dan kedewasaan investasi nasional,” ungkap Aradita.

PT SMI melibatkan para penjamin pelaksana emisi (Joint Lead Underwriter) seperti BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia akan menggelar rangkaian sosialisasi di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

3. Tenor dan besaran kupon ORIS

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Terkait detail instrumen, Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia memaparkan bahwa ORIS ditawarkan dalam dua pilihan tenor, yakni 1 tahun dengan kupon 5,60 persen per tahun dan tenor 3 tahun dengan kupon 6,05 persen per tahun.

Masyarakat yang berminat dapat memesan instrumen ini dengan nilai minimum Rp5 juta dan kelipatan Rp1 juta untuk tambahan pemesanan. Kehadiran ORIS diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang inklusif sekaligus memperkokoh struktur pendanaan infrastruktur nasional.

“Nilai minimum pemesanan ORIS adalah sebesar Rp5 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta untuk setiap tambahan nilai pemesanan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More