Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Beberkan Alasan Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

Bahlil Beberkan Alasan Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Pemerintah menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi agar tidak melampaui batas ideal, meski regulasi memperbolehkan penyesuaian mengikuti harga pasar akibat lonjakan harga minyak dunia.
  • Bahlil menyebut proses perhitungan dan koordinasi dengan Pertamina serta badan usaha swasta terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi hampir rampung dan akan diterapkan setelah kalkulasi selesai.
  • Presiden Prabowo menegaskan subsidi BBM tetap diberikan untuk masyarakat menengah ke bawah, sementara kalangan mampu diwajibkan membeli BBM nonsubsidi sesuai harga pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan di balik langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi meski regulasi mempersilakan mengikuti harga pasar.

Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Bahlil menjelaskan pemerintah perlu melakukan penyesuaian agar harga di lapangan tidak terlalu melambung jauh dari angka ideal, terutama setelah adanya lonjakan harga minyak dunia.

"Kalau kemarin dari kami menyampaikan bahwa butuh penyesuaian supaya kita bisa melihat harganya juga jangan terlalu tidak sesuai dengan apa yang menjadi idealnya," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

1. Penyesuaian harga sudah hampir selesai dibahas

Ilustrasi harga minyak naik
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)

​Bahlil menyebutkan pemerintah sedang menghitung kapan waktu yang tepat buat menyesuaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil koordinasi melalui rapat-rapat bersama PT Pertamina (Persero) serta badan usaha swasta, proses penentuan penyesuaian harga tersebut sudah hampir rampung.

"Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, sudah hampir selesai lah," paparnya.

2. Pemerintah sesuaikan harga setelah perhitungan selesai

Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Bahlil sebelumnya memberikan sinyal mengenai rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat. Pemerintah akan melakukan penyesuaian setelah seluruh proses perhitungan rampung dilakukan.

"Ya mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98 termasuk dengan solar yang Pertamina Dex itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

3. Prabowo tegaskan kalangan mampu ikuti harga pasar

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden Prabowo Subianto akan terus mempertahankan subsidi BBM, dalam hal ini Pertalite (RON 90) dan solar subsidi, bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang populasinya mencapai 80 persen.

"Saya terima kasih tim saya, menteri-menteri ekonomi saya andal, terima kasih. Mereka laporkan 'Pak, tenang' untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin," katanya dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih," Rabu (8/4/2026).

Di sisi lain, Prabowo menekankan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi kuat atau orang kaya tidak boleh menikmati subsidi. Dia menyatakan golongan tersebut sudah seharusnya membayar BBM nonsubsidi sesuai harga pasar.

"Pada saatnya, yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus bayar harga pasar. Elu udah kaya minta subsidi lagi, ya enggaklah. Yang kita bela rakyat miskin," paparnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More