IPC TPK Sebut Semen dan Sembako Dorong Logistik Jambi Naik 22,5 Persen

- Volume peti kemas di IPC TPK Area Jambi naik 22,5 persen pada Maret 2026, dipicu lonjakan distribusi semen dan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
- Kinerja logistik Jambi meningkat seiring surplus neraca dagang, dengan ekspor didominasi produk industri dan komoditas unggulan seperti sawit, karet, serta hasil kehutanan.
- IPC TPK Area Jambi memperkuat SDM dan pemeliharaan alat bongkar muat untuk menjaga keandalan operasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Jakarta, IDN Times - Masifnya proyek infrastruktur serta peningkatan distribusi semen mendorong lonjakan volume peti kemas domestik di Jambi pada Maret 2026. Hal itu mendorong aktivitas arus bongkar muat di IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi.
Selain itu, pengiriman kebutuhan pokok seperti beras, tepung, hingga makanan dan minuman juga mengalami kenaikan sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat mendekati hari raya Idul Fitri. Peningkatan tersebut, menurut Manager Operasi IPC TPK Area Jambi Wedhar Tani Aji, dipengaruhi oleh konsistensi operasional dalam menjaga keandalan layanan di terminal.
"Pertumbuhan ini mencerminkan upaya kami dalam memastikan operasional yang andal, mempercepat layanan bongkar muat, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
1. Volume arus peti kemas tumbuh 22,5 persen

Aktivitas distribusi barang yang meningkat jelang Lebaran membuat arus peti kemas di IPC TPK Area Jambi tumbuh signifikan pada Maret 2026. Tercatat, volume throughput mengalami kenaikan sebesar 22,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Merujuk pada data operasional perusahaan, arus peti kemas di wilayah itu menyentuh angka 2.775 TEUs pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat dari posisi Maret 2025 yang sebesar 2.265 TEUs.
2. Kinerja logistik sejalan dengan surplus neraca dagang

Peningkatan operasional sejalan dengan kondisi perdagangan luar negeri Provinsi Jambi. Pada Januari 2026, nilai ekspor Jambi tembus 152,92 juta dolar AS, sementara nilai impor hanya 11,16 juta dolar AS sehingga menghasilkan surplus pada neraca perdagangan.
Tingginya aktivitas logistik di wilayah tersebut juga didorong oleh struktur ekspor yang didominasi sektor industri serta komoditas unggulan seperti turunan kelapa sawit, karet, dan produk kehutanan. Sementara dari sisi impor, arus masuk barang didominasi oleh mesin dan peralatan industri yang menandakan aktivitas produksi serta pembangunan masih terus bertumbuh.
3. Penguatan SDM dan optimalisasi alat jadi strategi ke depan

Guna mempertahankan tren positif tersebut, IPC TPK Area Jambi melakukan penguatan kesiapan operasional dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta melakukan pemeliharaan rutin pada peralatan bongkar muat. Hal itu bertujuan agar seluruh aktivitas di terminal berjalan aman dan sesuai dengan standar layanan. Wedhar menambahkan, pihaknya memandang terminal peti kemas bukan sekadar tempat bongkar muat, melainkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Dengan kesiapan layanan yang terus kami tingkatkan, kami optimistis dapat mendukung kelancaran arus logistik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional," kata Wedhar.



















