Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Rusia: Sekarang Jangan Milih-milih

- Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah membuka peluang impor BBM dari negara mana pun, termasuk Rusia, demi menjaga ketersediaan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
- Indonesia menghadapi persaingan ketat dalam mendapatkan pasokan BBM karena banyak trader lebih memilih pembeli dengan tawaran harga lebih tinggi.
- Pemerintah menyiapkan berbagai alternatif sumber impor dan menyerahkan keputusan bisnis terkait impor minyak, termasuk dari Rusia, kepada Pertamina untuk mempertimbangkan aspek keuntungan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah terus membuka peluang mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari negara mana pun, termasuk Rusia.
Bahlil menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin ketersediaan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Namun, Bahlil belum bisa menyampaikan tindak lanjut terkait kemungkinan impor minyak dari Rusia.
"Kalau sudah jadi saya akan kabari ya. Tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih-milih sekarang. Kita dari negara mana saja yang penting ada," kata dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/3/2026).
1. Bahlil ungkap sengitnya persaingan pasokan BBM global

Bahlil mengungkapkan Indonesia harus bersaing ketat dengan negara lain untuk mendapatkan pasokan BBM. Menurutnya, meskipun proses tender sudah berjalan, ketersediaan barang belum sepenuhnya terjamin.
Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menyebut banyak perusahaan penjual atau trader yang berpotensi mengalihkan pasokan kepada negara yang berani menawar dengan harga lebih tinggi.
"Kita masih harus berebut dengan negara lain. Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender saja barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi," ungkapnya.
2. Pemerintah siapkan berbagai alternatif impor

Pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif sumber impor buat mengantisipasi ketidakpastian. Bahlil menekankan prioritas negara adalah memastikan stok BBM dalam negeri tetap tersedia tanpa harus membatasi pilihan negara asal pasokan.
"Jadi kita sekarang membuat beberapa alternatif, yang penting bagi kita adalah bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," tutur Bahlil.
3. Jadi urusan bisnis yang diserahkan ke Pertamina

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan pemerintah membuka peluang mengalihkan sumber impor minyak dari Rusia.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan PT Pertamina (Persero) sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Hal itu tentunya tetap mempertimbangkan faktor keuntungan bisnis.
"Itu kan keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih menguntungkan, sepanjang ada relaksasi ya tentu ya kita akan memanfaatkan proses itu," tuturnya beberapa waktu lalu.

















