Jakarta, IDN Times - Jauh sebelum menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pernah merasakan sulitnya mengurus izin usaha pertambangan (IUP). Pengalaman itu terjadi pada 2008, ketika dirinya masih menjadi pengusaha tambang.
Mengurus izin saat itu bukan perkara mudah. Bahlil mengaku harus berhadapan dengan proses birokrasi yang berbelit-belit di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM. Bahkan, untuk sekadar bertemu verifikator, pengusaha daerah harus menghadapi kesulitan.
Saat mengurus IUP miliknya, Bahlil mengaku diputar-putar oleh sejumlah staf. Prosesnya juga mengharuskan berkas atau map berpindah dari satu meja ke meja lain. Ia bahkan menyinggung adanya keharusan menyampaikan salam sebelum urusan bisa berlanjut.
"Iya, tahun 2008, saya urus IUP saya, diputar-putar di situ. Si A, si B, si C, wah macam-macamlah. Sudah begitu, harus ada kata Assalamualaikum-nya lagi. Ini minimal setelah itu pulang, map harus ditaruh, map, map. Abuleke betul," katanya dalam Minerba Convex, Senin (2/11/2026).