Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bank Belanda ABN Amro Bakal Pecat 5.200 Pekerja Imbas Optimalisasi AI

Bank Belanda ABN Amro Bakal Pecat 5.200 Pekerja Imbas Optimalisasi AI
ilustrasi gedung dengan tulisan ABN Amro (unsplash.com/withpeyman)
Intinya sih...
  • ABN Amro akan berikan dukungan bagi pekerja yang dipecat, termasuk bantuan finansial dan sosial.
  • ABN Amro akan menerapkan penggunaan AI untuk optimalisasi kinerja bank dan tidak menggantikan pekerja yang dipecat.
  • Terkejut dengan tingginya pemecatan di industri perbankan, namun De Unie mendesak agar pekerja bank tetap menjadi perhatian dalam beberapa tahun ke depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank asal Belanda, ABN Amro mengumumkan rencana pengurangan 5.200 pekerja hingga 2028. Rencana ini untuk meningkatkan pertumbuhan profit dan mendongkrak nilai bagi semua pemangku kepentingan perusahaan. 

Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu sejumlah perusahaan di Eropa sudah melakukan pengurangan tenaga pekerja. Langkah ini untuk mengurangi biaya operasional dan restrukturisasi perusahaan. 

1. ANB Amro akan berikan dukungan bagi pekerja yang dipecat

Bank Belanda ABN Amro Bakal Pecat 5.200 Pekerja Imbas Optimalisasi AI
ilustrasi pengangguran (unsplash.com/henniestander)

Kepala Eksekutif ANB Amro, Marguerite Berard menyebut, perusahaannya akan berkomitmen untuk semua pekerja yang terdampak pemecatan. Perusahaan akan menawarkan bantuan finansial dan sosial yang kuat hingga menemukan pekerjaan baru. 

“Kami berniat memperkuat posisi kami di perbankan retail dan masuk lima besar bank terbesar di Eropa. Alhasil, mendukung kesehatan keluarga dan bisnis akan tetap menjadi prioritas kunci karena ini adalah tulang punggung dari ekonomi,” ujarnya, dikutip Dutch News.

Bank asal Belanda itu juga mengatakan akan mendukung penuh kebijakan transisi berbagai sektor di Eropa. Transisi ini berupa digitalisasi, energi, mobilitas, dan pertahanan. 

2. ABN Amro akan menerapkan penggunaan AI

Bank Belanda ABN Amro Bakal Pecat 5.200 Pekerja Imbas Optimalisasi AI
ilustrasi AI (unsplash.com/omilaev)

Berard mempercayai artificial intelligence atau akal imitasi (AI) akan terus berkembang dan mampu menangani pekerjaan staf. Alhasil, ia merencanakan restrukturisasi besar di tubuh perusahaan untuk mendukung optimalisasi kinerja bank dengan AI. 

Dilansir NL Times, ABN Amro rencananya akan mengurangi 5.200 pekerja dan tidak akan menggantikannya. Perusahaan itu akan menunda sementara proses rekrutmen pekerja baru setelah sudah mengurangi sekitar 1.000 pekerja pada tahun ini. 

Selain itu, ABN Amro tidak memiliki rencana untuk mengurangi kantor cabangnya. Perusahaan Belanda itu akan tetap mempertahankan operasional 26 kantor cabang di sejumlah lokasi. 

3. Terkejut dengan tingginya pemecatan di industri perbankan

Bank Belanda ABN Amro Bakal Pecat 5.200 Pekerja Imbas Optimalisasi AI
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

Anggota Pengurus Persatuan Pekerja De Unie, Harma Pethke mengatakan, rencana pemecatan ini adalah sebuah kejutan di industri perbankan. Ia menilai, skala pemecatan ini mengejutkan karena cukup besar. 

Pethke mengungkapkan, saat ini situasi dunia kerja tengah menghadapi gangguan. Namun, untungnya, industri perbankan memiliki finansial yang kuat dan memiliki rencana sosial yang kuat dalam memberikan bantuan kepada para pekerja yang dipecat. 

De Unie mendesak agar pekerja bank tetap menjadi perhatian dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, pekerja bank kerap kesulitan karena banyaknya pekerjaan dan menimbulkan tingginya pekerja yang sakit. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

3 Ribu Pekerja Amazon di Jerman Mogok Kerja, Tekan Kesepakatan Upah

29 Nov 2025, 16:40 WIBBusiness